Maksimalkan Program Kampung KB, BKKBN Sultra Gandeng Korem dan IBI

589
Plt Kepala BKKBN Sultra, Jamaluddin bersama Danrem 143 HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman SIP saat Rakor Program KKBPK, Sabtu 12 Maret 2018.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Program Kampung KB digaungkan BKKBN Sultra sukses menjangkau seluruh kabupaten/kota se-Sultra. Data BKKBN menyebut hingga 2018, total ada 212 Kampung KB telah terbentuk di Sultra.

-Advertisements-

Meski keberadaannya sudah mencapai ratusan, Plt Kepala BKKBN Sultra, Jamaluddin menilai out put Kampung KB belum maksimal.

Melihat kondisi ini, BKKBN kembali melakukan sejumlah strategi agar program Kampung KB mampu mencapai target sesuai dicanangkan pemerintah pusat dalam RPJM 2015-2019.

Salah satunya meningkatkan keterpaduan lintas sektor sebagaimana dilakukan lewat Rakor Kemitraan Program Kemitraan Program Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Sabtu 12 Mei 2018.

Rakor kemitraan ini menggandeng Korem 143 HO, Organisasi IBI dan Kesatuan Gerak PKK KB-Kes. Rakor dihadiri Danrem 143 HO Kolonel Arm Dedi Nurhadiman SIP itu adalah tindak lanjut dari Rakor yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Ada beberapa momentum bisa dimanfaatkan memaksimalkan program Kampung KB seperti momen TNI Manunggal-KB-Kes (Mei sampai Oktober), Bhakti IBI di bulan Juni dan Kesatuan Gerak PKK – KB Kes yang digelar sekitar Oktober sampai Desember),” ujar Jamaluddin saat membuka Rakor Kemitraan KKBPK.

Tiga momentum ini diyakini mampu mendongkrak persentase capaian target yang disasar Program Kampung KB. Diantaranya target penambahan peserta KB Baru baik melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non MKJP.

“Tergerak MKJP Tahun 2018 11.721 peserta, non MKJP 44.795 peserta. Sampai Maret capaian peserta KB baru 16.040 atau berkisar 28,32 persen, KB Aktif 323.377. Dengan tiga momentum ini, kalau rata-rata 10 persen, 10 bulan saja kita bisa capai 100 persen,” ujar Jamaluddin.

Untuk diketahui Program Kampung KB salah satu tujuannya adalah menekan angka kelahiran (TFR) lewat peningkatan partisipasi peserta KB dengan cara mendekatkan pelayanan KB ke pelosok.

BKKBN mesti bekerja ekstra menekan Angka Fertility Rate (TFR) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017 yang tercatat masih terlampau tinggi dibanding angka kelahiran rata-rata Nasional. Data BKKBN Sultra menyebut, Tahun 2017 TFR Sultra mencapai 3,0 sementara nasional masih diangka 2,8.

Reporter: Siti Marlina
Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...