Tidak Cukup Bukti, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Wabup Busel Dihentikan

706
 

Baubau, Inilahsultra.com – Kasus dugaan ijazah palsu Wakil Bupati (Wabup) Buton Selatan (Busel), H Laode Arusani kini telah resmi dihentikan Polres Timika Papua dengan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan SP3. Surat itu dikeluarkan sejak April 2018 lalu.

Polres Timika menghentikan kasus itu karena Arusani mengenyam pendidikan di Timika saat duduk dibangku Sekolah menengah pertama (SMP). Namun, Yohanes Frits Aibekob melaporkan Arusani atas dugaan ijazah SMP palsu dan ijazah tersebut digunakan mendaftar saat Arusani ikut bertarung di Pilkada Busel.

- Advertisement -

Adapun surat perintah penghentian penyidikan (SP3) itu tertuang dalam surat Polres Timika Nomor S.TAP/551/V/2018/Reskrim, tertanggal 30 April 2018. Dan surat tersebut dikirimkan kepada Rege Tafre selaku Kepala Sekolah yang mengeluarkan ijazah Arusani.

“Surat itu menyatakan bahwa, proses penyidikan perkara ijazah palsu yang dilaporkan oleh Yohanes Frits Aibekob, setelah melakukan penyidikan maka perkara tersebut dihentikan. Alasannya tidak cukup alat bukti,” ungkap Kuasa Hukum Arusani, Imam Ridho Angga Yuwono SH, Senin 24 Mei 2018.

Angga (sapaan akrab) menceritakan kronologisnya bahwa terdapat dua pelapor dalam perkara dugaan ijazah palsu tersebut yakni pelapor satunya adalah Ridwan Azali yang melapor setelah Pilkada Busel 2017 lalu dan melapor ke Mabes Polri.

Mengingat jarak adminitrasi terlalu jauh, maka perkara ini kemudian dilimpahkan ke Polda Sultra dengan laporan ijazah palsu yang termuat dalam pasal 263 ayat 1 tentang membuat surat palsu dan ayat 2 tentang menggunakan surat palsu

“Sehingga Polda Sultra wilayah hukumnya masuk dalam ayat 2 adalah menggunakan surat palsu, karena ijazah itu digunakan di KPU Busel. Sedangkan pembuatan ijazah itu di timika maka menjadi wilayah hukum Polres Timika. Jadi yang memeriksa terkait pembuatan ijazah palsunya adalah Polres Timika,” ujar Angga.

Mabes Polri pun mengadakan gelar perkara karena ada dua wilayah hukum yakni Polres Timika dan Polda Sultra yang juga di hadiri oleh dua pelapor yakni Yohanes Frits Aibekob dan Ridwan Azali pada 20 November 2017 lalu.

“Pasca gelar perkara, kami memasukkan semua bukti ke Polres Timika yang menunjukkan bahwa ijazah Arusani tidak palsu dan itu ada titik terangnya. Dan memang sudah ada surat dari Polres Timika yang menyatakan bahwa proses penyidikan terhadap tindak pidana atau laporan tindak pidana ijazah palsu ini dihentikan,” tambahnya.

Kata dia, perkara tersebut telah tuntas tanpa ada riak yang akan timbul lagi. Selain itu, kliennya selaku Wakil Bupati Busel ingin fokus membangun dan mensejahterakan masyarakat Busel dan tidak ingin lagi terganggu dengan isu-isu yang ada.

“Memang kami menginginkan ini harus di ketahui oleh publik, karena isu ini sangat meresahkan publik termasuk Pak Arusani. Dengan dihentikannya kasus ini, segala sesuatunya sudah tuntas,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...