
Buranga, Inilahsultra.com– Gedung Serbaguna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Utara (Butur) kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, di setiap pojok gedung terlihat besi menopang plafon sedikit lagi roboh. Diduga besi yang menyangga kalsibor itu tidak mampu menahan beban berat.
Akibatnya, sebagian plafon sudah mulai runtuh. Padahal pembagunan gedung mewah parlemen Butur itu telah menelan anggaran lebih kurang Rp 12 miliar yang dikerjakan oleh PT Bone Sultra pada tahun 2012-2014, dengan proses tender tiga tahapan penganggaran.
Menangapi hal itu, Plt Sekwan Butur La Nita mengatakan, sebetulnya renovasi bagian atap dan plafon yang rusak itu sudah dianggarkan. Akan tetapi, dinolkan.
“Begitu dinolkan sama sekali tidak ada anggaran, karena anggaran untuk plafon itu tidak bisa cuma seratus juta minimal anggaranya dua ratus juta lebih, karena rusak parah,” katanya.
La Nita menjelaskan kerusakan gedung yang tepatnya di ruang rapat anggota legislatif itu disebabkan atap mengalami kebocoran, sehingga merembes ke plafon.
“Air yang menetes ke bawah sehingga merusak semua. Jdi harus perbaiki dulu sambungan atapnya, walupun juga direhab kalu di atas tidak diperbaiki akan terjadi begitu lagi,” tegasnya.
Menurut Kabag Pengawasan dan Penganggaran Sekretariat DPRD Butur ini, terjadinya atap bocor merupakan murni kelalaian atau ketidak profesionalnnya tukang yang mengerjakan gedung saat itu.
“Kita tidak bisa berbuat apa-apa, anggaranya ditiadakan. Saya sudah laporkan sama ketua untuk diprioritaskan, karena memalukan sekali menjadi tontonan saat digunakan rapat,” imbuhnya.
Reporter : Armawan
Editor : Aso




