Suwandi Duga Banjir Konut karena Aktivitas Tambang Tak Terkontrol

Suwandi Andi 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra Suwandi Andi menduga, banjir bandang yang menghantam Konawe Utara belakangan ini akibat aktivitas tambang dan kelapa sawit yang tidak terkontrol.

Suwandi menyebut, curah hujan di Sultra yang tinggi menjadi faktor terjadinya bencana banjir. Namun, banjir bisa terhindar manakala kondisi lingkungan baik.

-Advertisement-

Tapi, bila dilihat dari data pertambangan dan perkebunan sawit yang beroperasi di Konut, kuat dugaan kedua bisnis ini yang menjadi penyebab banjir bandang.

Sebab, data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra menyebut, di Konut terdapat 20 izin perkebunan sawit. Selain itu, di Konut tercatat sebanyak 136 IUP tambang yang dikeluarkan pemerintahan Aswad-Ruksamin.

Banyaknya IUP itu, menempatkan Konut menjadi jawara penerbitan IUP terbanyak di Sultra.

Menurut Suwandi, banyaknya IUP yang ada di Konut tidak lepas dari bablasnya undang-undang mineral dan batubara (minerba).

“Ini efek dari kebijakan pemerintah pusat yang tidak terkendali. Pemberlakuan UU minerba yang fulgar dan sekarang masyarkat Konut jadi korban karena tambang kurang dikontrol,” katanya.

Akibat aktivitas tambang, sebut dia, menyebabkan kerusakan lingkungan dan hutan gundul.

“Kalau hutan sudah gundul, lihat saja nanti pasti ada bencana,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, akan membentuk panitia khusus (pansus) perizinan tambang di Sultra.

“Kalau karena ulah manusia, tidak ada cara lain, komisi I yang membidangi perizinan akan buat pansus soal pertambangan dan perkebunan sawit di Sultra,” tegasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments