Jadi Langganan Banjir, Warga Labunti Minta Pemdes Cari Solusi

1012
Terlihat air menggenangi ruas jalan Poros Raha-Tampo di Desa Labunti. Akibat dari tidak berfungsinya drainase.

Kendari, Inilahsultra.com – Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) dilanda banjir. Tak terkecuali di Kabupaten Muna, misalnya di Desa Labunti, ruas jalan digenangi bajir, Jum’at, 25 Mei 2018.

Padahal, hujan hanya beberapa jam saja mengakibatkan, Jalan Poros Raha-Tampo tergenang  air yang cukup tinggi hingga mencapai lutut  paha orang dewasa.

- Advertisement -

Salah seorang warga Desa Labunti Ahmad Ali dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, setiap hujan lebih dari 4 hingga 5 jam dengan intensitas tinggi pasti langsung banjir. Seperti yang terjadi saat ini terdapat dua wilayah yang menjadi langganan banjir di daerah ini.

“Kita tidak bisa beraktifitas gara-gara banjir, kami juga tidak bisa pergi ke kebun kami, karena akses jalan yang biasa kita lalui di RK I menuju Bangunsari terjadi banjir yang tidak bisa dilalui oleh motor,” kata pria yang hari-harinya bekerja sebagai tukang.

Banjir tersebut dikarenakan tidak berfungsinya sumur resapan yang dibangun menggunakan dana desa (DD) ditambah lagi dengan drainase yang amat kecil, sehingga tidak mampu menampung air dengan debit yang lebih besar. Bahkan drainasenya tidak berfungsi sama sekali.

“Sumur resapan yang dibangun melalui dana desa hanya satu, itupun ukurannya sangat kecil yang tidak bisa menampung debet air begitu besar. Begitu pula drainase yang yang tidak berfungsi, masa air mengalir melalui drainse tidak bisa mengalir bahkan kembali ke belakang,” herannya.

Maka dari itu, ia meminta kepada pemerintah setempat untuk mencari solusinya.

“Saya minta kepada pemerintah setempat untuk mencari solusi terbaik dengan memperbesar sumur resapan yang telah ada dan memperbaiki drainase agar berfungsi. Agar air bisa mengalir dengan baik tanpa masuk dalam rumah warga,” harapnya.

Sementara itu, warga lain Jamir mengungkapkan, banjir yang terjadi saat ini merupakan hujan yang terjadi beberapa jam. Ada juga banjir kiriman dari berbagai arah salah satunya kiriman dari hutan.

“Walaupun hujan beberapa jam tetap terjadi banjir karena ada banjir kiriman dari hutan yang tidak bisa di tampung oleh sumur resapan dan drainase yang belum lama di bangun oleh Pemda setempat. Jadi kita harap pemerintah desa untuk mencarikan solusinya,” tuturnya.

Reporter : Haerun

 

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...