
Kendari, Inilahsultra.com– Pemerintah pusat membatah rumor batalnya pembangunan proyek Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultr). Informasi ini terungkap saat kunjungan spesifik Komisi V DPR RI di Kantor Gubernur Sultra, Kamis 7 Juni 2018.
Kepala Pusat Bendungan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih MEng dalam forum rapat bersama Komisi V DPR RI menegaskan, Proyek Bendungan Pelosika tetap berlanjut. Hanya saja ada beberapa poin yang dianulir pemerintah dalam proses realisasi proyek infrastruktur bernilai triliunan tersebut. Salah satunya adalah sumber anggaran.
“Kita meluruskan persepsi bahwa Pelosika tetap jalan. Memang kita banyak dengar informasi itu batal tetapi tidak. Hanya Pelosika tidak lagi masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar Ni Made Sumiarsih.
Pertimbangan pemerintah, grand desain Proyek Bendungan Pelosika sudah sangat matang. Bahkan keseluruhan kelengkapan ijin seperti RTRW, ijin prinsip hingga ijin lingkungan sudah lengkap.
Disampingnya itu, ada banyak manfaat diperoleh adalah masyarakat jika Bendung Pelosika berdiri. Diantaranya sebagai pengendalian banjir, irigasi, sumber air baku hingga listrik.
Keluarnya Pelosika dari proyek strategis nasional, lanjut Ni Made Sumiarsih, bukan berarti pemerintah mencoret agenda pembangunan proyek bendungan tersebut. Ia menyatakan Pelosika tetap berlanjut tapi pola pembiayaannya diubah ke non APBN.
Sebelumnya oleh Presiden Jokowi Bendung Pelosika dinyatakan masuk dalam daftar PSN. Ini artinya seluruh proses pembangunan dibiayai APBN melalui Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN).
Pascakeluar dari daftar PSN, pusat sepakat melanjutkan pembangunan Proyek Bendungan Pelosika dengan catatan mekanisme pembiayaan diupayakan melalui pinjaman luar negeri.
Ni Made Sumiarsih menjelaskan kemungkinan besar Negara China akan menjadi investor Pembangunan Bendung Pelosika.
Kabar gembira ini disambut positif Anggota DPR RI dapil Sultra, Ridwan Bae, PJ Sekda Sultra, Dra Isma dan Plt Bupati, Parinringi yang turut hadir dalam forum rapat tersebut.
“Yang lalu informasinya dipending. Bahkan tidak jadi atau dibatalkan. Padahal kalau ini jadi akan sangat bermanfaat untuk Sultra, apalagi kondisi Sultra kita tahu sendiri suka banjir,” ujar Ridwan Bae.
Hal senada diungkapkan PJ Sekda Sultra, Isma. “Kita senang dan bersyukur ternyata tidak jadi dibatalkan,” ujar Isma.
Kedatangan rombongan Komisi V DPR RI ke Sultra dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Ibnu Munsir. Tujuan kunjungan adalah dalam rangka peninjauan Bendungan Pelosika dan
memantau persiapan transportasi dalam rangka libur lebaran.
Reporter : Siti Marlina
Editor : Aso




