
Kendari, Inilahsultra.com – Komitmen Ali Mazi terhadap Golkar masih menjadi alat tagih kader hingga saat ini.
Komitmen yang belum terang itu pada akhirnya dipertanyakan Ridwan dalam forum resmi Partai Golkar, di acara pembekalan calon legislatif Partai Golkar. Kebetulan, dalam acara ini turut hadir pimpinan DPP Golkar dan ratusan caleg partai beringin.
Ridwan mengaku, masih ada yang mengganjal di hati kader di bawah terkait komitmen politik Ali Mazi. Sebab, dikhawatirkan Ali Mazi jika terpilih jadi Gubernur Sultra akan mengabaikan Golkar. Sebaliknya, jika tidak terpilih, akan menyalahkan Golkar sebagai salah satu partai pengusung.
Mendapatkan tantangan terkait komitmennya, Ali Mazi disilakan naik di atas panggung untuk memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Ali Mazi mengawalinya dengan kelakar.
“Saya sengaja pakai baju ini supaya membedakan dengan teman-teman yang lain. Tapi di dalam hati kita adalah Golkar,” ungkap Ali Mazi memulai sambutannya di salah satu hotel di Kota Kendari.
Kelakar Ali Mazi berlanjut pada istilah kaisar diantara tiga tokoh, Ridwan adalah kaisar Muna dan dirinya sebagai kaisar Buton.
Setelah itu, ia melanjutkan dengan menyapa pengurus Golkar yang sempat hadir.

“Penyebutan masih lancar saja kan,” kata Ali Mazi menegaskan dirinya lancar menyebut kepengurusan Golkar.
Ia mengaku, dirinya kini merupakan pendiri Partai NasDem setelah hengkang dari Golkar.
“Tapi saya besar dan dilahirkan partai Golkar. Boleh berpindah sebagai anak tapi hati kita tetap Golkar,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ali Mazi turut mengungkit kesepahaman Golkar dan NasDem di tingkat pusat, sama-sama mengusung Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.
Berangkat dari kondisi politik nasional hingga daerah, Ali Mazi mengaku tidak perlu diragukan komitmennya terhadap Golkar.
Sebanyak 45 kursi di DPRD Sultra, jika dirinya terpilih jadi gubernur, tinggal diatur oleh NasDem dan Golkar.
Begitu pula di DPR RI. Setiap kampanye, kata Ali Mazi, dirinya selalu menyampaikan bahwa salah satu caleg yang akan maju adalah Ridwan Bae.
“Jadi, masih kurang apa hati saya. Kalau dibelah dada saya isinya Golkar, isinya beringin,” tuturnya.
Ia berdoa, Golkar dan Nasdem bisa menjadi pengelola kekuasaan di Sultra bila dirinya terpilih nantinya.
“Saya tidak mungkin khianati orang tua saya (Golkar). Golkar dan Nasdem bisa menggantikan partai yang sudah babak belur,” ujarnya.
Ali Mazi turut memuji peran Ridwan yang merekrut dua bupati sekaligus di kepengurusannya. Adalah Bupati Wakatobi Arhawi dan Bupati Buton La Bakry.
“Kakanda Ridwan sangat luar biasa. Partai yang babak belur diambil. Sekarang kader Golkar kembali menjadi bupati. Karena semua asalnya dari Golkar kan,” tuturnya.
Ali Mazi juga bertekad, bila terpilih kejayaan Golkar di zaman Alala akan terulang kembali.
Saat Alala jadi Gubernur Sultra, Golkar mampu memperoleh 99 persen kursi di DPRD Sultra.
“Kita sepakat Golkar dan Nasdem bahu membahu memenangkan pertarungan ini,” pungkasnya.
“Saya berkomitmen akan membesarkan partai Golkar. Jangan saya diragukan,” pungkasnya.
Namun, komitmen yang diungkapkan di publik ini tak ditelan mentah-mentah oleh Ridwan Bae.
Mantan Bupati Muna dua periode ini menyebut, dirinya terus ditagih oleh kader di bawah terkait komitmen Ali Mazi.
“Tapi statemen dia di atas, masih mengawang-awang. Tidak juga secara ketat bahwa yang saya perjanjikan adalah ini janji saya. Dia hanya bicara secara umum,” katanya.
Ridwan menyebut, komitmen Ali Mazi masih sulit untuk dikejar. Tapi ia bersyukur Ali Mazi sudah bicara di depan ratusan kader.
“Kita artikan lebih luas janjinya. Dari segi mana pun dibutuhkan Golkar dia harus sanggup apalagi di depan DPP. kalau tidak dia konyol sendiri,” tuturnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




