Lima Tahun Pimpin Konawe, Kery Lega Tanpa Cacat di KPK

Selebrasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe Kery-Gusli saat pendaftaran di KPU Konawe.

Kendari, Inilahsultra.com – Periode pemerintahan Bupati Konawe Kery S Konggoasa-Parinringi memasuki purna bhakti 18 Juni lalu. Bertepatan dengan pelntikan PJ Bupati Konawe, Tasman Taewa, 21 Juni 2018.

Kery menggelar halal bi halal dengan mengundang ratusan warga Konawe di kediamannya Kecamatan Pondidaha.

Halal bi halal ini menjadi spesial lantaran momen ini dijadikan ajang pamitan bagi politikus PAN itu. Maklum, ia tak bisa berpidato langsung sebagaimana kepala daerah aktif menyampaikan salam perpisahan kepada masyarakat dan aparatnya.

-Advertisement-

Hingga jelang akhir masa jabatan Kery masih berstatus Bupati Konawe Non Aktif lantaran kembali tarung di Pilkada Konawe. Menjadi kontestan Pilkada di periode kedua mengharuskan Kery cuti dari jabatan kepala daerah.

Acara open house Halal Bi Halal yang dibuka dengan pengajian itu diliputi haru kala Kery menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat Konawe.

Tak ada gading yang tak retak. Ia menyadari meski telah berupaya maksimal ada saja kesalahan dan aspirasi masyarakat yang belum sempat ia wujudkan selama lima tahun menahkodai Konawe.

Namun begitu, Kery bersyukur. Diwaktu yang singkat ia sempat meninggalkan jejak pembangunan ril di Bumi Konawe. Salah satunya Predikat WTP, Piala Adipura, perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan rumah sakit modern dan realisasi Kawasan Industri Nasional Morosi.

“Saya mohon maaf. Saya sudah lakukan semaksimal mungkin. Sama sekali tidak ada niatan saya mau rusak ini Konawe. Apa yang saya lakukan semata untuk masyarakat. Saya ingin berbuat yang terbaik,” ujar Kery dengan nada sendu.

Kendati banyak mendapat cibiran selang satu periode memimpin Konawe, satu hal yang membuat Kery bersujud syukur. Ini bukan soal prestasi dan program monumental yang ia torehkan.

“Tanggal 17 lalu sudah selesai tanpa cacat di KPK. Ini yang paling saya syukuri. Kesalahan atau hinaan yang datang itu wajar sebagai pemimpin. Itu jadi bahan introspeksi. Tidak perlu dendam. Satu yang saya jaga jangan sampai ada cacat di KPK,” ungkap mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Nama Bumi Anoa diakui memang sempat naik daun lantaran beberapa kepala daerahnya menjadi tersangka OTT KPK. Terlebih lagi jelang Pilkada serentak, lembaga antirasuh itu santer membidik kepala daerah yang tengah bersentuhan dengan suksesi Pilkada.

Pungkas memimpin Konawe tanpa cacat di KPK dianggap Kery sebagai keberkahan luar biasa yang wajib ia syukuri.

“Ini yang selalu saya jaga. Nama baik Konawe. Berbuat yang terbaik semaksimal mungkin. Saya ingin menjadi bupati yang dikenang masyarakat,” tutupnya.

Reporter: Siti Marlina
Editor: Din

Facebook Comments