
Kendari, Inilahsultra.com– Arus lalu lintas di Kota Kendari sedikit sepi selang libur Lebaran Tahun 2018. Namun begitu, kondisi sepi di jalan-jalan kota tak begitu berefek signifikan terhadap penurunan angka korban maupun kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di jalan ibu kota.
Satlantas Polresta Kendari mencatat tiga kasus kematian terjadi akibat lakalantas di jalan raya selama periode H+7 Idulfitri.
Kasatlantas Polres Kendari, AKP Andri Setyawan mengatakan berdasarkan data hasil Operasi Ketupat Tahun 2018, korban meninggal dunia hari raya tahun ini terbilang tinggi.
“Yang lalu nihil. Tidak ada kejadian meninggal dunia. Tahun ini ada tiga korban. Pertama TKP di Moramo, kemudian di Kota Lama dan terakhir kecelakaan meninggal dunia di Made Sabara. Korban meninggal dunia bukan pemudik tapi pengendara umum,” jelas mantan Kapolsek Mandonga itu.
Total jumlah kecelakaan lalu lintas sepekan pascalebaran sendiri mencapai 14 kasus. Jauh lebih rendah dari perbandingan angka kecelakaan lalu yang mencapai 18 kasus.
“Libur lebaran jalan di kota memang cenderung sepi. Mobilisasi kendaraan tidak seramai biasa tapi penjagaan dari aparat tetap dimaksimalkan. Yang ramai justru seekah lebaran yang arah ke luar kota ke objek wisata,” jelasnya.
Sementara tepat di hari H Lebaran lakalantas di jalan raya Kota Kendari cenderung turun dibanding tahun lalu yakni hanya tiga kasus.
Pelanggaran lalu lintas selama periode Lebaran sendiri masih cenderung tinggi. Seminggu sebelum dan pascalebaran tahun ini, total penggaran lalu lintas mencapai 94 kasus. Tahun lalu hanya berkisar 66 kasus.
“Pelanggaran yang dominan tidak memakai helm, melawan arus dan kelengkapan dokumen berkendara. Pelanggaran arus dan pemakaian helm itu paling banyak ditemukan di titik mudik di pelabuhan/dermaga dan arah jalan by pass. Untuk pelanggaran-pelanggaran ini kita langsung ke penindakan,” tambah Andri.
Reporter : Siti Marlina
Editor : Aso




