Ini Pesan Ridwan Bae ke Ali Mazi Pasca Kemenangan AMAN

1352
Ridwan Bae.

Kendari, Inilahsultra.com – Pasangan Ali Mazi l-Lukman Abunawas (AMAN) hampir dipastikan mulus melenggang sebagai jawara Pilgub Sultra 2018. Dua lembaga survey, The Haluoleo Institute (THI) dan Jaringan Suara Indonesia (JSI) menempatkan duet tersebut diposisi teratas peraih suara terbanyak mengalahkan dua rivalnya, pasangan Asrun-Hugua (Berkah) dan Rusda Mahmud – Syafei Kahar (Raisa).

Mengetahui kabar kemenangan duet usungannya, Ketua DPD I Golkar Sultra, Ridwan Bae mengaku senang. Apalagi pasangan koalisi Nasdem-Golkar itu disebut Ridwan bebas dari embel-embel money politik.

- Advertisement -

Meski sempat berseteru, Ridwan menyampaikan pesan bijak pada Ketua NasDem Sultra iu yang sebentar lagi duduk di kursi 01 Sultra.

Kata Ridwan, pascadilantik nanti Ali Mazi bakal memulai babak baru yang tak kalah “pelik” saat sukses Plgub. Hal pelik dimaksud Ridwan adalah bagaimana mengakomodir Tim Sukses yang merasa berjasa mengantarkan AMAN tampuk kekuasaan. Termasuk mengatur harmonisasi kepentingan beragam kelompok/etnis masyarakat Sultra yang dipimpinnya.

Layaknya karib lama, Ridwan tentu tahu betul bagaimana perawakan Ali Mazi. Berkaca diperiode lalu, ia berharap Ali Mazi berlaku bijak layaknya seorang pemimpin. Tidak mudah disetir bisikan Tim Sukses tertentu yang merasa punya andil atas kemenangan di Pilgub Sultra.

“Jangan sampai tim mau menguasai Ali Mazi karena merasa itu kerja tim. Begitu juga sebaliknya Ali Mazi yang disetir. Pilkada sudah selesai. Ali Mazi menang karena murni pilihan masyarakat Sultra. Kalau pun ada kerja tim atau partai itu sebagian kecil. Masyarakat memang menginginkan Ali Mazi. Itu harus diakui. Bahwa Mazi itu sudah dibukakan karpet merah oleh Tuhan untuk duduk sebagai Gubernur karena kompetitornya sudah tidak ada lagi setelah Asrun ditahan. Saya sudah yakin kemenangan Ali Mazi,” papar Ridwan diwawancarai Inilahsultra.com, Rabu 27 Juni 2018.

Kelak saat kembali menjabat Gubernur Sultra ia sejatinya bukan lagi semata milik timses atau partai melainkan milik masyarakat Sultra. Layaknya pemimpin, Ali Mazi mesti punya prinsip saat mengambil kebijakan atau keputusan berkaitan dengan kepentingan masyarakat Sultra.

Ali Mazi-Lukman mesti fokus merealisasikan janji politik dan pembangunan di Sultra yang diumbar pada masyarakat saat kampanye lalu.

Mengenai riak yang sempat timbul antara dirinya dan Ali Mazi diakui Ridwan sebagai hal lumrah dalam politik.

“Yang lalu itu adalah kecelakaan politik. Saya dan Ali Mazi adalah sahabat. Saya berikan Golkar dengan catatan saya tidak maju. Pernyataan ke kader untuk memenangkan Ali Mazi itu bagian instrumen, perintah ke kader. Ali Mazi sudah dibukakan karpet merah dari Tuhan untuk jadi Gubernur. Jangan katakan saya sedang mencari muka. Bahwa ada riak karena ada kesalahpahaman benar. Saya mendukung dengan cara saya. Saya yang teriak untuk merangkul anggota kader saya. Lebih baik saya yang berteriak kemudian merangkul kader kemudian mendukung Ali Mazi. Daripada saya diam terus semua kader teriak rame-rame lari ke yang lain,” terang Ridwan panjang lebar.

Reporter : Siti Marlina

Editor      : Aso

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...