Kendalikan Banjir dan Genangan, Begini Desain PU Mubar

Surachman

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muna Barat telah membuat desain terkait penanganan banjir dan genangan yang melanda daerah itu akhir-akhir ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum melalui Kabid Sumber Daya Air Surachman menjelaskan, Kabupaten Muna Barat yang ber-ibu kota di Laworo memiliki kondisi morfologi dengan kemiringan lereng 0-8% dan 8-15%. Kemiringan lahan yg paling dominan adalah 0-8%.

-Advertisement-

“Ini menunjukkan bahwa kondisi kota Laworo datar/landai dan pada beberapa tempat cenderung cekung,” kata Kabid Sumber Daya Air di Dinas Pekerjaan Umum (PU), Surachman pekan lalu.

Ia melanjutkan, kondisi topografi Laworo hanya sekitar 6,25-62,5 mdpl (meter di atas permukaan laut). Di sekitar perkotaan Laworo juga dialiri beberapa DAS (Daerah Aliran Sungai) yaitu DAS Kusambi, DAS Lohodu, DAS Lasama, DAS Tiworo, DAS Umba dan DAS Wadana.

Berdasarkan kondisi eksisting perkotaan Laworo tersebut, maka kota Laworo sangat rentan terhadap munculnya potensi banjir dan genangan.

“Namun jika dicermati trend lokasi banjir dan genangan yang terjadi di Muna Barat hari ini mengalami penurunan. Jika kita mencermati di wilayah ringroad saja titik genangan sudah jauh berkurang dibanding tahun lalu. Selain itu muka air genangan di luar badan jalan sudah tidak lagi melintas ke badan jalan. Ini artinya penyesuaian elevasi jalan sudah sesuai hanya masih perlu disempurnakan dengan adanya pembangunan drainase permanen dan saat ini telah dilakukan sekalipun masih berupa galian tanah biasa,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, normalisasi dan perkuatan tebing sungai juga telah dilakukan pada Kali Soga, Remba, Wasa Huge, Waturempe melalui kerjasama Pemda muna Barat dan pemerintah provinsi.

“Secara bertahap program ini akan terus ditindaklanjuti sesuai visi dan misi Bupati Muna Barat,” paparnya.

Ia menyebut, dokumen rencana penanganan banjir juga telah disiapkan dan telah dijalankan oleh instansi terkait.

“InsyaAllah pada tahun 2019 sampai dengan berakhirnya masa jabatan Bupati Muna Barat semua hal terkait penanganan genangan dan banjir akan diselesaikan dengan tuntas,” tuturnya

Surachman menyebut, beberapa program yang akan digenjot adalah penataan drainase dengan sistem kanalisasi dan berwawasan lingkungan (eco dranise), di mana sungai-sungai akan ditata dan difungsikan sebagai pengendali genangan di Kota Laworo dengan memperhatikan fungsi ekologinya, mempersiapkan lebar saluran untuk DAS yang berada dan melintas di kawasan perkotaan Laworo yang cukup lebar sehingga dapat difungsikan sebagai DAM parit/kolam retensi, normalisasi beberapa sungai besar yang melintasi Kota Laworo harus tetap ditindaklanjuti, diantaranya Sungai Waturempe, Sungai Sofa, Sungai Guali, Sungai Remba, Kamatamata, dan beberapa sungai lainnya.

Khusus pada daerah ringroad selain penyesuaian elevasi jalan untuk mencegah adanya genangan pada badan jalan, juga yang terpenting adalah pembangunan drainase pada sistem jalan ringroad yang terkoneksi pada sungai-sungai di sekitarnya.

“InsyaAllah di bawah kepemimpinan Bupati La Ode M. Rajiun masalah-masalah ini secara perlahan dan pasti akan diurai satu persatu untuk penyelesaiannya,” tutupnya.

Penulis : Muh Nur Alim
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments