
Ishak Ismail
Kendari, Inilahsultra.com – Ishak Ismail resmi menjadi Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Kendari 8 Juni 2018.
DPP PDI Perjuangan memberikan target agar Ishak bisa membesarkan partai berlambang banteng tersebut.
Ishak Ismail mengaku, dirinya sudah memiliki target politik membesarkan PDIP. Ia menyebut, sudah saatnya PDIP merebut kursi Ketua DPRD kota Kendari di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.
“Setelah kita lakukan rekruitmen caleg dan setelah evaluasi InsyaAllah target kita minimal tujuh kursi. Kita usahakan sampai delapan kursi,” ungkap Ishak Ismail, Senin 2 Juli 2018.
“Target dari sekjen memarin pas terima SK, harus rebut ketua DPRD. Maka idealnya harus delapan kursi. Tapi kalau saya hitung-hitung, tujuh kursi sudah aman,” tambahnya.
Target ini, kata dia, sesuai dengan perubahan realitas politik saat ini di Kota Kendari.
Monopoli PAN dengan segala persoalannya akhir-akhir ini, akan membuat perebutan kursi di DPRD Kota Kendari berlangsung sengit.
“Dan itu kita berusaha menang. Seperti kita ketahui PDIP partai besar dan saya berusaha agar partai ini bisa eksis di Kota Kendari,” jelasnya.
Ia menyebut, dari komposisi caleg yang ada, termasuk caleg incumben, target tersebut bisa dipenuhi.
“Ada paradigma baru di partai, dalam memebasarkan partai, tidak mesti kader,” ujarnya.
Ia mengaku, DPC PDI Perjuangan Kota Kendari sudah membuka pendaftaran caleg. Dari data yang masuk, setiap dapil sudah terisi bahkan lebih.
Bagi dapil yang lebih pelamarnya, DPC PDIP akan lakukan seleksi dan verifikasi, termasuk penandatanganan pakta integritas dan komitmen politik setelah duduk nantinya.
“Kita akan lihat kekuatan dan ketokohannya. Mungkin akan lakukan survei internal,” katanya.
Sebelum berlabuh di PDI Perjuangan, Ishak pernah menjadi Ketua DPC Gerindra Kota Kendari. Ia mampu membesarkan partai tersebut dengan melahirkan kursi di DPRD Kota Kendari.
Namun, ia diberhentikan oleh partai.
Kini jasanya kembali akan digunakan untuk membesarkan PDI Perjuangan. Ia menyebut, pengalaman sebelumnya adalah bagian dari tantangan.
“Tidak takut, itu tantangan. Saya paling tidak takut persoalan itu. Saya niatkan betul untuk pengabdian,” pungkasnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




