Investor Bali Siapkan Dana Investasi RP 1,5 Triliun di Buton

Investor asal Bali Ida Bagus Pujaswara saat melakukan presentasi di depan Sekda Buton Laode Dzilfar Djafar tentang pengembangan Pohon Gamal di Buton, Rabu malam 18 Juli 2018.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Investor asal Bali, Ida Bagus Pujaswara selaku Presiden Direktur PT Genta Internasional Nusantara akan berinvestasi di Kabupaten Buton sebesar Rp1,5 triliun. Namun hal itu bisa dilakukan jika mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton.

Investasi yang ditawarkan berupa penanaman pohon gamal yang biasa digunakan masyarakat Kabupaten Buton untuk membuat pagar kebun. Dari pohon Gamal ini akan diciptakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Ketika menyampaikan presentasinya dihadapan pemerintah daerah, Ida Bagus mengatakan, program yang ditawarkan baru pertama kali dilakukan di Buton. Di Bali sendiri pengembangan teknologi menggunakan pengelolaan limbah sampah.

-Advertisement-

“Buton nanti pengembangan energi biocoal dan pertama di Indonesia, sementara Bali pengelolaan limbah sampah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kedepan pihaknya akan membangun pabrik VTC Biomas teknologi ITT di Buton. Semua peralatan berasal dari Jerman. Pabrik ini akan mengelola pohon gamal menjadi biocoal sebagai sumber tenaga.

Teknologi ini, lanjut dia, teknologi yang ramah lingkungan walaupun pabriknya dibangun di tengah kota. Pasalnya tidak akan mengeluarkan asap yang mengakibatkan timbulnya polusi. Teknologi ini sudah dikembangkan di Jerman.

“Bagi kami prinsipnya ingin membangun daerah dan investasi ini tidak main-main Rp 1,5 triliun,” tegasnya.

Ida Bagus menjelaskan, pabrik yang akan dibangun membutuhkan 2000 ton bahan baku setiap hari. Sehingga akan banyak masyarakat yang dilibatkan dalam menanam pohon gamal.

Dari sisi ekonomi, masyarakat akan sangat diuntungkan. Karena bahan baku yang dibutuhkan sangat banyak. Apalagi pohon gamal bisa panen 1,6 bulan.

Selain pohon gamal, lanjut dia, pabrik yang akan dibangun bisa mengolah limbah sawah dan jagung.

Namun, dalam proses pembangunan pabrik paling tidak Pemkab Buton menyiapkan lahan seluas 10 hektar. Lahan yang paling bagus berada dekat pelabuhan untuk memudahkan transportasi pengangkutan hasil pabrik ke pasaran.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments