Cegah Bahaya Kanker Serviks, Bhayangkari Cabang Buton Gelar Sosialisasi

199
Bhayangkara Cabang Buton menggelar sosialisasi bahaya kanker serviks.
-Advertise-

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bhayangkari Cabang Buton menggelar sosialisasi deteksi dini kanker serviks (IVA) dan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) kepada kaum wanita di Puskesmas Siontapina, Sabtu 28 Juli 2018. Sosialisasi tersebut dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 66.

Ketua Bhayangkari Cabang Buton, Donna Agustina Andi Herman mengatakan, kegiatan tersebut sudah dua kali dilakukan. Sehingga masyarakat bisa memahami bahaya dan cara pencegahan kanker serviks.

-Advertise-

“Kami punya inisiatif melakukan tes IVA karena memang kanker serviks sudah jadi momok khususnya wanita di Indonesia. Apalagi dipedalaman masih kurang pemahaman,” kata Donna Agustina.

Menurut Donna, masyarakat khususnya dipedalaman atau di desa-desa merasa takut dan tabu memeriksakan kesehatan organ intim. Padahal pemeriksaan itu sangat baik untuk kesehatan. Makanya, Donna berinisiatif turun langsung memberikan pemahaman dan cara pencegahan serta bahaya kanker serviks.

“Karena masyarakat merasa untuk memeriksakan IVA itu masih tabu sehingga dengan kegiatan ini kami bisa memberitahukan kanker IVA dan cara pencegahannya serta ciri-cirinya juga,” ujarnya.

Kanker serviks merupakan kanker mulut rahim yang cukup berbahaya dan bisa memicu kematian. Salah satu penyebabnya adalah menikah pada usia muda dan gonta ganti pasangan.

“Mungkin bukan wanitanya yang gonta-ganti pasangan tapi lelaki atau suami yang perlakuannya diluar sana bagaimana. Sehingga merekapun kadang membawa penyakit itu kepada istrinya atau pasangannya,” jelasnya.

Donna menambahkan, salah satu gejala dari kanker serviks tersebut yaitu terjadinya keputihan, serta terjadi pendarahan setelah berhubungan intim. Namun, khusus keputihan, mayoritas perempuan menganggap biasa hal tersebut. Padahal itu sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Gejala-gejalanya itu seperti alami keputihan dan mengeluarkan darah usai berhubungan intim. Biasanya keputihan oleh masyarakat dianggap biasa saja padahal itu bisa jadi gejala kanker serviks,” tambahnya.

Baca Juga :  Buton Terapkan Sehari Tanpa Rokok dan Sampah

Donna menjelaskan, salah satu cara mencegah terjadinya kanker serviks yaitu bisa menggunakan atau mengkonsumsi obat herbal seperti temu putih atau kunyit putih. Dan khusus obat-obatan herbal tersebut sudah banyak tersedia.

Bisa juga, lanjut Donna, masyarakat membuat sendiri obat tradisional dengan cara memilih kunyit putih yang sudah tua, kemudian dipotong-potong, lalu dijemur.

“Bisa juga dengan cara mengecekan kesehatannya kepada bidan sambil cek KB-nya pada orang-orang dekatnya seperti bidan di Puskesmas terdekat,” sarannya.

Sejak sosialisasi yang dilakukan Bhayangkari Cabang Buton, telah ditemukan pada beberapa wanita yang mengalami gejala kanker serviks. Namun pada umumnnya belum parah dan masih bisa dicegah dengan cara memberikan vaksin melalui dokter.

“Dan ada obat-obat yang kita berikan yang telah bekerjasama dengan yayasan kanker Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania
Editor: Din

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here