Tertembaknya Polisi di Buton Berawal dari Tawuran Siswa SMA

Kapolda Sultra Brigjen Irianto didampingi Kapolres Buton AKBP Andi Herman saat memberikan keterangan pers, Selasa 31 Juli 2018.

Kendari, Inilahsultra.com – Tertembaknya seorang polisi hingga tewas di Kabupaten Buton berawal dari tawuran antar-siswa SMA 2 Siontampina, Selasa 31 Juli 2018.

Saat keributan terjadi, seorang polisi mengeluarkan tembakan peringatan, tapi ternyata mengenai Brigadir Polisi Sanusi, anggota Polsek Sampoabalo Kecamatan Siontampina Kabupaten Buton.

Atas pangkal masalah tersebut, Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto menekankan beberapa hal saat bertemu dengan tokoh masyarakat.

-Advertisement-

Pertemuan itu berlangsung di Mako Polsek Sampuabalo Polres Buton, yang dihadiri Karo Ops Polda Sultra, Kapolres Buton, Ketua DPRD Kabupaten Buton, Sekda Kabupaten Buton, Pabung Kodim 143, Camat Sampuabalo dan tokoh masyarakat Sampuabalo dan tokoh masyarakat Gunung Jaya.

Mereka melakukan pertemuan terkait peristiwa tawuran antar-sesama pelajar SMA 2 Siotampina.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt menyebut, dalam pertemuan tersebut Kapolda menyampaikan 10 poin penekanan, di antaranya.

“Mari bersama kita menjaga keamanan sekolah yang merupakan tempat mencerdaskan anak,” kata Kapolda Sultra melalui Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt.

Kedua, mengajak para tokoh pemuda dan masyarakat Gunung Jaya untuk menjaga kemanan sekolah dan sekitar sekolah.

“Mengajak para masyarakat serta tokoh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban tempat kita tinggal. Saling bekerjasama antar-desa dalam menjaga keamanan sekolah. Para orang tua jangan terprovokasi serta ikut-ikutan dalam masalah anak sekolah,” katanya.

Kapolda juga mengingatkan orang tua serta tokoh masyarakat agar kejadian tawuran tidak terjadi lagi.

“Cari solusi untuk menyelesaikan permasalahan antara masyarakat Gunung Jaya dan masyarakat Sampobalo. Tokoh masyarakat membuat aturan adat agar mengikat para masyarakat untuk tidak berbuat pelanggaran. Melarang masyarakat untuk mengkonsumsi miras dan membawa sajam. Mari membuat sesuatu yang dapat mempererat silaturahim antara masyarakat Gunung Jaya dan masyarakat Sampoabalo,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments