BNNP Sultra Akui Bandar Narkoba Makin Lihai

343
 

Baubau, Inilahsultra.com – Peredaran narkoba di Sultra sangat menonjol. Akibatnya, Sultra menempati rengking 25 se Indonesia untuk penggunaan narkoba.

Rupanya, para mafia obat haram itu tak juga takut dengan jeratan UU Narkotika yang bahkan salah satu ancaman hukumannya merupakan hukuman mati. Bagaimana tidak, peredaran narkoba di Sultra setiap tahunnya terus meningkat.

- Advertisement -

“Tahun 2017 di Polda sekira 1 kilogram dan BNN sekira 500 gram. Pas 2018 sampai Juli, kami sita 3,5 kilogram narkoba,” ungkap Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Drs. Bambang Priyambadha, S.H., M.Hum, saat menghadiri peresmian Kantor BNNK Baubau, Rabu 1 Agustus 2018.

Para mafia narkoba ini dalam menjalankan aksinya mempunyai banyak modus operandi. Bahkan, pergerakan BNN pun mulai terbaca oleh para mafia ini.

“Paling banyak di bandara. Namun saat ini pergerakan kita mulai di baca mereka, sehingga kita lakukan upaya penanganan lebih yang lain,” ujar perwira tinggi Polri itu.

Mengenai asal barang, lanjut Bambang, untuk Kendari dan Sultra itu berasal dari Makassar Sulsel. Namun saat ini, para pelaku sudah bisa memesan dari berbagai tempat.

“Salah satu contoh yang kita tangkap itu barangnya berasal dari Medan. Tapi Medan ambilnya dari Malaysia. Jadi dari Medan menuju Jakarta kemudian menuju Kendari,” tukasnya.

Kemudian, para pelaku juga mengambil barang dari Surabaya. Jadi, pengambilan barang sudah tidak tergantung lagi dari Makassar.

“Jadi barang dari Kendari itu menyebar di kota/kabupaten yang ada di Sultra,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...