BPJS Sering Telat Lunasi Klaim, RSU Bahteramas Minta Bantuan Dana ke Pemprov

2039
 

Kendari, Inilahsultra.com – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) mengajukan permintaan bantuan dana operasional rumah sakit ke Pemprov Sultra setelah mengalami defisit anggaran akibat tunggakan klaim BPJS Tahun 2018.

Besaran backup anggaran mencapai Rp 30 miliar. Direktur BLUD RSU Bahteramas dr Yusup Hamra mengatakan back up anggaran diajukan RSU Bahteramas difokuskan membiayai operasional rumah sakit. Diantaranya penyediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, listrik, air, telepon, makan minum pasien cleaning service.

- Advertisement -

Sejatinya rumah sakit dibangun di era rumah Nur Alam Saleh Lasata itu sudah cukup mandiri. Pos anggaran untuk membiayai pengeluaran rutin sudah disiapkan.

Namun, budget operasional tersedot untuk menutupi kegiatan pelayanan kesehatan gratis bagi pengguna kartu BPJS. Sementara proses pelunasan klaim di BPJS mengalami keterlambatan triwulan kedua tahun 2018.

Alhasil, rumah sakit plat merah itu mengalami defisit anggaran signifikan karena mesti menutupi tunggakan klaim BPJS yang begitu besar.

Yusup Hamra saat dikonfirmasi mengatakan gejala gangguan siklus pembayaran klaim BPJS mulai terjadi sejak 2016 lalu. Fenomena ini terus berulang.

RSU Bahteramas mencatat klaim BPJS diakhir tahun 2017 saja baru terlunasi diawal tahun 2018. Hingga Juli Tahun 2018 kewajiban pembayaran klaim layanan kesehatan molor. Yang tuntas dibayarkan baru mencapai periode Januari-Maret.

“Tahun ini yang baru terlunasi itu tagihan Maret. Normalnya satu bulan proses klaim sudah terbayar. Alasannya BPJS mengalami kesulitan keuangan. Agar layanan tetap jalan, kami menanggung sementara,” jelas Yusup.

Selama ini, pihak rumah sakit selalu menutupi sementara tunggakan besaran klaim BPJS. Salah satunya dengan menggeser sementara atau meminimalisir beberapa belanja atau pengeluaran tertentu.

Kebijakan ini diambil agar pemerintah kesehatan tetap berjalan. Namun tahun ini, kata kemampuan finansial RSU Bahteramas sudah diambang batas menutupi besarnya tunggakan piutang BPJS.

“Setiap bulan rata-rata klaim BPJS antara Rp 8-9 miliar. Anggaran operasional kami Sudja terpakai untuk pelayanan BPJS. Kita sudah minta ke daerah/BPKAD agar diakomodir di APBD perubahan. Tidak bisa lagi menunggu BPJS karena pelayanan harus tetap jalan,” jelas Yusup.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...