KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi di Konawe

463
 

Ketiga perwakilan lembaga mendesak KPK untuk menyelidiki dugaan korupsi di Konawe. 

Kendari, Inilahsultra.com – Tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendesak agar kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Konawe beberapa waktu lalu tak hanya melulu monitoring dan evaluasi.

- Advertisement -

Lembaga anti-rasuah itu juga didesak untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan beberapa kasus dugaan korupsi di Konawe.

Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Sultra Sumantri mengaku, ada beberapa kasus yang diduga merupakan akibat praktik korupsi.

“Misal, Pemkab Konawe mengalami defisit keuangan sebesar Rp 300 miliar pada 2017. Keuangan Konawe saat ini sangat memprihatinkan,” ungkap Sumantri saat ditemui di Kendari, Kamis 2 Agustus 2018.

Selain itu, pelaksanaan proyek dana alokasi khusus pada 2017 lalu, menyeberang hingga 2018.

“Dengan kejaidan devisit kami juga berharap dan meminta KPK jangan saja lakukan monev (monitoring evaluasi), tapi kami harap untuk menindak,” katanya.

Kasus lain yang harus turut dituntaskan adalah dugaan anggaran fiktif sertifikasi guru sebesar Rp 34 miliar.

Kasus ini, kata dia, juga sudah dilaporkan ke KPK namun belum ditindaklanjuti.

“Akibat kasus ini, mempengaruhi pelayanan masyarakat dimana anggaran tersebut tidak diporsikan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Senada diungkapkan Direktur Tibar Indonesia Perwakilan Sultra Karmin. Ia menyebut beberapa kasus yang harus ditangani KPK. Misal, ada dugaan penggunaan dana rutin Diknas pada 2016 Rp 4,8 miliar secara fiktif.

“Sekarang ditangani polres tapi belum ada realisasi. Kegiatan ini sudah kami investigasi, ternyata tidak diusul diknas, tidak dibahas di DPRD tapi muncul di DPA. Tidak ada juga pekerjaannya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Ladungi Sultra Basir Rumbalangi menyebut, KPK harusnya lebih melakukan tindakan hukum dari pada monitoring.

“Sebab, di sana sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah kaya ada korupsi lagi,” ujarnya.

Jika KPK ingin melakukan penyelidikan, ketiga lembaga ini mengaku siap memberikan data dan keterangan terkait berbagai dugaan korupsi di Konawe.

“Kami siap memberikan bukti dan bisa memberikan keterangan,” pungkas Sumantri.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...