Mengenal Apol, Pelatih Asal Filipina Dibalik Prestasi Emas Lakidende Club

557
 

Kendari, Inilahsultra.com-Kesuksesan atlet baseball/softball Sultra menggaet medali di sejumlah pentas kejuaraan nasional tak lepas peran tangan dingin sang pelatih.

Ialah Apol, pria kelahiraan Filipina menjadi aktor dibalik tangguhnya formasi team olahraga bola beregu Sultra “Lakidende” Club.

- Advertisement -

Awak Inilahsultra.com, berkesempatan menjumpai sang coach usai pelepasan Atlet Softball Lakidende yang akan berlaga pada Kejurnas Makassar oleh Ketua Pemprov Persatuan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi), Pahri Yamsul, Jumat 3 Agustus 2018.

Apol kala itu baru saja tuntas melatih sejumlah pebaseball dan softball junior di lapangan softball KONI.

Perawakan mantan kapten Timnas Filipina ini sepintas layaknya warga lokal Kendari. Mata sedikit sipit. Berkulit putih.

Saat diwawancarai, pria berumur 40 tahun belum begitu fasih berbahasa Indonesia. Ia acapkali menggunakan bahasa Inggris. Sesekali campuraduk dengan logat bahasa lokal Kendari.

Mengurai awal perkenalannya dengan Perbasasi Sultra, tahun 2009, Apol dulunya adalah atlet kontrak. Ia sempat digaet untuk memperkuat Timnas Sultra kala itu.

Saat itulah ia berjumpa dengan Ketua Perbasasi Sultra, Pahri Yamsul yang dulunya juga adalah atlet Softball.

Baru tiga tahun terakhir ia dipercaya membina Team Lakidende dibawah naungan Perbasasi Sultra.

“I meet Mr Pahri In Jakarta and Mr Puji Manager Team Softball,” ujarnya.
“Iam happy in Kendari,” lanjut Apol sambil melempar senyum sumringah.

Saat memimpin Perbasasi Sultra, Pahri bertekad mendorong olahraga ini sebagai cabor unggulan Sultra. Dibenak Kadis Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, talenta atlet junior Sultra wajib ditempa pelatih andal agar bisa tampil gemilang.

Pahri kemudian mencari referensi pelatih softbal/baseball terbaik. Ia tak mau setengah-setengah. “Filipina yang terbaik,” singkat Pahri.

Berkat perkenalan di Jakarta beberapa tahun silam, Pahri merayu Apol agar mau menularkan ilmu, mengasah fisik dan mental atlet-atlet muda Sultra yang tergabung dalam club “Lakidende”

“Saat itu, kita memang mulai canangkan sebagai tahun prestasi. Tidak boleh sekedar jalan-jalan. Perbasasi rapat, bentuk team junior. Kita liat yang mana bagus, ya pelatih dari Filipina. Kita akhirnya kontrak tiga tahun,” jelas Pahri Yamsul.

Kata Apol, ia tak begitu sulit beradaptasi di Kota Kendari. “Iam Happy in Kendari. Cuaca panas,” kata dia dengan bahasa Indonesia terbata-bata.

Menu makanan yang relatif tak jauh beda dengan lidah negara asalnya Filipina, salah satu membuat Apol betah di ibukota Provinsi Sultra.

“Ikan bakar. Ikan putih. Sop kikil. Nasi goreng,”kata Apol membeber menu makanan favoritnya di Kota Kendari.

Selama dipimpin coach Apol, team Sofball Lakidende bergairah. Seperti diurai salah seorang atlet junior softball Lakidende, Ayu Lestari.

Meski keras, ada saja hal lucu terjadi di lapangan saat Apol berjibaku melatih para atlet muda Sultra. Ini yang kadang membuat suasana latihan menjadi seru.

“Kita merasa tertantang. Pelatih sangat disiplin. Sering lucu di lapangan tapi bikin kita semangat. Bahasanya campur-campur. Sering bilang ‘Astaga’, ‘cewe’, ‘cowo’, ‘palsu’,”ujar siswi SMA 9 Kendari, Ayu yang merangkap Kapten Team Putri Lakidende.

Apol sendiri mengakui dirinya cukup galak kala mendidik atlet baseball/softball Sultra. Untuk mencetak bibit unggul di cabor tersebut, ia menerapkan pola latihan yang ketat, exercice atau latihan fisik maksimal seperti lari yang dibarengi disiplin tinggi.

Melatih mental disiplin atlet, Apol mengatakan sedikit kewalahan.

“Kadang kalau latihan, ada saja atlet yang bolos. Tiba-tiba tidak datang. Ada acara katanya. Padahal kalau latihan tidak konsisten, putus-putus sulit untuk maju dan berkembang. Tidak bisa jadi juara,” urai Apol.

Meski begitu, Apol tak pesimis. Nyatanya ia berhasil melahirkan atlet muda berbakat. Berturut penghargaan hingga medali emas dicetak.

Awal tahun 2018 lalu, kali pertama, Team Sultra memecahkan rekor Medali Emas pada ajang Kerjurnas Softball Yogyakarta. Atlet Bumi Anoa menggeser dominasi Jawa dalam berbagai pertandingan cabor yang berasal dari Amerika serikat itu. Mereka pun rajin wara wiri di sejumlah Kejurnas di Indonesia.

Pahri pun bangga, kolaborasi pelatih dan atlet mumpuni berhasil mengangkat nama Sultra dicabor baseball/softball. Prestasi melejit pesat. Bahkan hingga kancah Internasional.

“Sultra menggeser dominasi Jawa/Jakarta. Kita meraih medali Emas di Jojga. Pecahkan rekor dalam seleksi timnas. Atlet Sultra terbanyak lolos. Untuk Asian Games, Sultra kirim dua atlet. Satu putra Yana Gerhana, dan Putri Wa Ode Saputriani,” urai Pahri Yamsul.

Setelah Apol, Perbasasi Sultra kembali menambah kekuatan pelatih dengan mendatangkan satu coach baru. Masih dari Filipina. Ia bernama Jeffrey. Jeff biasa ia disapa, terbilang pelatih muda. Umurnya baru berkisar 20 tahun.

“Baru satu bulan di Kendari. Jadi sudah ada dua pelatih, Apol dan Jeff. Jeff ini adalah atlet juga di sana. Kita ingin atlet muda kita kita bisa lebih maksimal lebih bersemangat mencetak prestasi,” cetus Pahri.

 

Reporter : Siti Marlina

Editor      : Aso

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...