Rokok dan Minuman Ilegal Marak di Sultra, Tim Transisi AMAN: Pengawasan Bakal Diperketat

827
 

Kendari, Inilahsultra.com – Tim Transisi Alimazi-Lukman Abunawas (AMAN) mengidentifikasi serbuan produk- produk ilegal di Sulawesi Tenggara. Dua jenis produk ilegal yang paling marak beredar dan merugikan pemerintah adalah rokok dan minuman.

Hal itu diutarakan Ketua Tim Transisi AMAN, La Ode Suryono usai rapat koordinasi bersama lembaga Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Se-Sultra akhir pekan lalu.

- Advertisement -

Selain melakukan sinkronisasi program pembangunan dengan Lembaga Eksekutif Pemprov Sultra terkait pembahasan APBD-P 2018 dan APBD 2019, Tim Transisi AMAN yang beranggotakan para akademisi dan politis punya tugas tambahan.

Salah satunya melakukan inventarisisi awal berbagai permasalahan-permasalahan pembangunan terjadi di Sultra. Hasil pemetaan ini akan menjadi referensi formulasi kebijakan duet Ali Mazi-Lukman.

“Di Sultra ini banyak barang ilegal masuk. Ini merugikan daerah. Rokok dan minuman paling besar,” ujar mantan Komisioner KPU Wakatobi itu.

Kata dia, pemerintah tak bisa melihat sepele permasalahan ini. PAD disektor perdagangan rokok dan makanan sulit digenjot karena pengawasan yang begitu lemah.

“Ini harus dibenahi. Dimanfaatkan oknum tertentu karena liat pengawasan lemah. Mereka bawa barang ini masuk lewat daerah pesisir,” ujar Suryono.

Kedepan, dibawah pemerintahan Ali Mazi-Lukman pengawasan peredaran produk minuman dan rokok bakal lebih diperketat.

Bukan itu saja, lanjut Suryono, mendongkrak APBD Sultra, Tim Transisi AMAN sudah memetakan potensi-potensi Sultra yang akan digarap secara maksimal di era pemerintahan Ali Masi-Lukman Abunawas.

“Kita berharap langkah ini bisa memberi efek positif terutama bagi pemasukan daerah. Sultra sudah 54 tahun APBD hanya Rp 3,6 T . Selain pengawasan produk ilegal makanan dan rokok, perikanan, pertanian sektor apa yang potensi akan digenjot di pemerintahan Ali Mazi-Lukman,” cetus Suryono.

Reporter : Siti Marlina

Editor      : Aso

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...