
Kendari, Inilahsultra.com – PJ Gubernur Sulawesi Tengah, Teguh Setyabudi memberi apresiasi terhadap implementasi kerja Program Inovasi Desa (PID) di Sultra. Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi PID Sultra pekan lalu di Kendari.
“Program Inovasi Desa, sangat membantu memperlancar pengarusutamaan pembangunan desa dan berbagai lompatan pembangunan yang sumber pendanaannya berasal dari Desa Desa,” ujar Kepala BPSDM Kemendagri itu.
Menurutnya, PID telah berkontribusi terhadap laju pembangunan ribuan desa di Sultra. Diantaranya lewat program P3MD (program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa).
P3MD telah menyentuh sekitar 1.917 desa di Sultra. Ribuan desa telah mendapat pendampingan oleh para pendamping desa selama beberapa tahun terakhir. Beberapa kemajuan terlihat. Seperti dalam bidang transparansi pengelolaan keuangan.

Dalam pemaparannya, Teguh meminta agar melalui Rakor PID melahirkan kesepakatan-kesepatan bersifat inovatif yang memungkin desa bergerak lebih maju, cepat dan mandiri.
“Saya bangga dan sudah menyaksikan langsung proses ini, mulai dari perbatasan Sulawesi Selatan, di Kabupaten Kolaka Utara, sampai di pulau-pulau sudah saya kunjungi, dan inovasi ini memang mulai bertumbuh untuk memacu pembangunanya,” lanjutnya.
Rakor PID Sultra turut dihadiri Kadis DPMD Sultra yang saat ini menjabat Pj Bupati Kabupaten Konawe, Tasman Taewa. Termasuk kepala DPMD se-Sultra, perwakilan Bappeda, Dinas Pendidikan, Diseperindag, LSM di Sultra.
Kadis DPMD Sultra, Tasman Taewa mengatakan PID telah menjangkau 1.917 desa di Sultra. Sejalan dengan itu, pertumbuhan pembangunan desa melalui Dana Desa telah berjalan dengan baik dan sesuai target perencanaan.
Sementara itu, KPP P3MD-PID Sulawesi Tenggara, La Ode Syahruddin Kaeba menuturkan bahwa sekitar 1.200 pendamping di Sultra melakukan berbagai tahapan pendampingan secara profesional.
“Kita juga terus melakukan berbagai langkah-langkah antisipatif selain daripada tupoksi utamanya kita, termasuk bagaimana membangun dan mendorong tumbuhnya pusat-pusat Prudes atau Prukades, yang kemudian dilink-kan dengan sumber-sumber pasar, utamanya untuk investor. Seperti pasar regional untuk bawang merah yang telah menjadi Prukades Kabupaten Buton Selatan, ada cabe merah di Koltim yang sudah kerjasama dengan salah satu perusahaan makanan terbesar Indonesia,” tutupnya.
Reporter : Siti Marlina
Editor : Aso





