Tina Nur Alam: Komisi IX Imbau Pemberian Vaksin MR Ditunda Bagi Muslim

913
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Anggota Komisi IX DPR RI Tina Nur Alam mengimbau agar pemberian Vaksin Measles Rubella (MR) kepada masyarakat ditunda sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa.

Menurut Tina Nur Alam, Komisi IX DPR RI dan MUI baru saja menggelar rapat dan belum mengeluarkan keputusan halal. Sehingga penyaluran vaksin khususnya bagi muslim ditunda terlebih dahulu.

- Advertisement -

“Hasil rapat kami diambil keputusan untuk vaksin MR disetop bagi yang muslim sampai menunggu fatwa dari MUI. Karena ini menyangkut halal dan haram,” ujar Tina Nur Alam saat sosialisasi pengurangan risiko krisis kesehatan di Aula Wakaka Pasarwajo Kabupaten Buton, Sabtu 4 Agustus 2018.

Bagi non-muslim, tegas Tina Nur Alam, pemberian vaksin MR dipersilahkan dilanjutkan.

“Kalau soal berbahaya itu tidak. Hanya soal halal dan haram saja karena belum ada fatwa,” paparnya.

Dia menyayangkan tindakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan Vaksin MR kepada anak-anak sebelum bekerja sama dengan MUI. Seharusnya kerja sama dilakukan agar MUI mengeluarkan sertifikasi halal terlebih dahulu. Sekalipun vaksin itu dibutuhkan anak-anak.

Sebenarnya, lanjut istri mantan Gubernur Sultra itu, Komisi IX DPR RI selalu menekankan agar segala sesuatu tentang obat atau vaksin harus memiliki sertifikat MUI. Paslanya, 98 persen penduduk Indonesia adalah muslim.

“Apa yang dirasakan masyarakat, kita sudah sampaikan. Makanya saya berharap kita tunggu sampai ada sertifikat hahal, jika belum disetop dulu,” tuturnya.

Kadis Kesehatan Buton, H. Sumardin mengatakan, di Kabupaten Buton vaksin MR sudah disalurkan ke semua kecamatan. Pembagiannya ke sekolah-sekolah sementara berlangsung.

“Vaksin ini sangat penting bagi anak-anak makanya kita salurkan seluruhnya,” ujarnya.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...