Klaim Dipersulit, Nasabah Bumiputera Cabang Baubau Mengeluh

1254
 

Baubau, Inilahsultra.com – Asuransi Bumiputera Cabang Baubau dituding mempersulit nasabah yang hendak mencairkan dananya. Perusahaan asuransi itu diduga meminta potongan fee pencairan dari salah satu nasabah.

“Bisa cair yang penting potong 25 persen,” keluh AR (inisial) seorang nasabah yang memiliki asuransi pendidikan di Bumiputera saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

Permintaan potongan itu dikatakan salah seorang yang mengaku sebagai karyawan Bumiputera. Orang itu menjanjikan kepada nasabah agar pencairan dana asuransi pendidikan anaknya bisa di cairkan.

Wanita dengan nomor polis 2001092468 itu mengatakan, pihaknya sudah melaporkan klaim asuransinya yang habis masa kontraknya pada bulan Maret lalu.

“Sebelum bulan Maret saya sudah mengurus memang. Mereka menjanjikan paling lama April. Namun sampai sekarang belum cair juga. Saya sudah sering kesana pertanyakan hanya dijanji saja dan timbulah bahasa kalau mau cepat dicairkan katanya bisa, yang penting dipotong 25 persen untuk kerjasama dengan Bumiputera tetap berlanjut agar tidak putus,” terangnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Qamarudin. Pemegang nomor polis 2003067519 mengaku menggunakan jasa asurasi Bumiputera dengan nama tabungan bahagia. Dia sudah mengajukan klaim pada bulan Februari lalu namun sampai saat ini juga belum dicairkan.

“Biasanya kalau sebelum-sebelumnya itu satu bulan jatuh tempo langsung terima. Tapi kali ini tidak, bahkan sudah berbulan-bulan belum ada yang kami terima hanya di janji-janji saja,” katanya.

Dia mengaku, pernah ke Bumiputera namun tidak bertemu dengan pimpinannya.

“Saya sudah pertanyakan ke pegawainya terkait lambatnya pencairan, namun katanya mereka dana bahagia lagi bermasaalah,” jelasnya.

Sementara Zunaiya, nasabah dengan nomor polis 213100882845 mengatakan, telah lama mengajukan pemutusan kontrak sejak 2017 lalu. Namun pencairan klaimnya sampai saat ini belum diproses.

“Sudah sering saya kesana tapi sama saja tidak ada kejelasan dari pihak asuransi sendiri,” keluhnya kepada wartawan.

Untuk diketahui, klaim asuransi yang diajukan ketiga nasabah tersebut ada yang berkisar Rp 15 juta hingga Rp 45 juta. Hingga saat ini ketiganya masih menunggu kepastian dari pihak Bumiputera.

Sementara itu, Brand Manager (BM) Bumiputera cabang Baubau, Asrif Razak mengaku, belum dicairkan klaim para nasabah karena kendala keuangan.

“Kita mengalami kendala keuangan makanya klaim nasabah itu belum terbayarkan,” akunya saat dikonfirmasi, Senin 6 Agustus 2018.

Asrif juga menampik bahwa Bumiputera meminta potongan kepada nasabah terkait masalah pencairan.

“Jadi yang 25 persen itu bukan potongan, tapi tawaran kepada nasabah apakah masih ingin menyimpan uang atau tidak,” jelasnya.

Ia meminta nasabah yang klaimnya belum dicairkan untuk bersabar. Menurutnya, pihaknya tidak akan main-main dengan dana nasabah.

“Mohon bersabar karena tidak mungkin juga kita bermain. Kan non tunai, jadi kalau ada pencairan, pusat langsung mengirim ke rekening masing-masing nasabah,” katanya.

Kendati demikian, tambah dia, Bumiputera telah melakukan banyak hal untuk kepentingan nasabah. Diantaranya, menjual beberapa aset milik Bumiputera untuk pencairan klaim nasabah.

“Sudah ada sinyal dari direksi. Jadi yang habis kontrak dari Februari itu akan dibayarkan Agustus ini. Paling lambat September,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir dan LM Arianto
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...