RDP, Gaji Honorer RSUD Muna Belum Jelas

291
 

Raha, Inilahsultra.com– Menyikapi polemik buruknya pelayanan RSUD dan gaji honorer yang yang belum terbayarkan, Komisi IIi DPRD Muna menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktur RSUD hingga BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah).

Ketua Komisi III, Awaluddin yang ditemui usai dengar pendapat, Selasa 7 Agustus 2018 menjelaskan terjadinya keterlambatan pembayaran gaji honorer tenaga kesehatan di rumah sakit, disebabkan perubahan RSUD dari Satker (Satuan Kerja) menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).

- Advertisement -

“Di pembahasan APBD 2018 sudah dialokasikan anggaran rumah sakit senilai 21 miliar lebih, namun dalam perjalanannya yang terpakai hanya 11 miliar. Sementara yang 10 miliar tidak bisa terpakai karena terjadi perubahan status RSUD dari Satker menjadi BLUD,” terangnya panjang lebar.

Ia menyebutkan, persiapan pihak RSUD menjadi BLUD sebenarnya belum siap, yang terbukti gaji honorer tenaga kesehatan belum terbayar.

“Pernyataan pihak keuangan gaji honorer bisa terbayar di APBD Perubahan karena sisa 10 miliar masih berada di keuangan,” katanya.

Berdasarkan hasil rapat, Awaluddin mengungkapkan pembayaran dana insentif para tenaga kesehatan yang dianggarkan di APBD Perubahan telah direkomendasikan pada pihak Pemda, Asisten, Inspektorat.

“Semua pihak akan duduk bersama, sehingga dana insentif terbayarkan di APBD Perubahan. Kami, DPRD memberikan waktu selama 2 minggu untuk menyampaikan hasil pertemuannya,” tambahnya.

Meskipun demikian, pihak Pemda Muna melalui Kabid Perbendaharaan dan Anggaran BKAD Muna, La Ode Hasrun mengungkapkan pembayaran gaji honorer tenaga kesehatan di RSUD diusahakan untuk terbayar. Kemungkinan, ujar dia akan dibayarkan di silva anggaran atau pun dari penghematan kegiatan instansi.

“Pembayaran gaji honorer tenaga kesehatan di RS akan dibayarkan dari silva anggaran ataupun penghematan kegiatan instansi,” ucapnya saat dengar pendapat.

Sementara itu, Direktur RSUD Muna, Agus Susanto saat dikonfirmasi terkait besaran nilai PAD  rumah sakit yang dipimpinnya itu enggan memberikan tanggapan.

“Nanti saya konfirmasi terkait itu, masih sibuk melakukan monitoring di RS,” singkatnya.

Reporter : Iman

Editor      : Aso

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...