Proyek Pasar Mandek, Bupati Buton Didesak Copot Kadis Perdagangan

517
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat (AMPR) Buton menggelar aksi unjuk rasa mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Perdagangan Buton Mustamlin Daly, Rabu 8 Agustus 2018. Dia dianggap gagal dan tidak mampu mengakomodir kepentingan masyarakat.

AMPR Buton mengawali aksinya pada pukul 10.30 Wita. Pergerakan dimulai dari Pasar Koloko Takimpo menuju Kantor Bupati Buton.

- Advertisement -

Salah satu tuntutannya, AMPR meminta Bupati Buton La Bakry mencopot Mustamlin Daly dari jabatannya.

Salah satu korlap aksi, Idrus mengatakan, lima proyek yang nilainya mencapai miliaran rupiah, beberapa diantaranya gagal lelang. Harusnya proyek tersebut bisa diselamatkan. Namun, Dinas Perdagangan dianggap tidak mampu mengatasi masalah itu. Sementara masyarakat sangat membutuhkan.

“Ini kegagalan bapak bupati bukan kadis,” cetusnya.

Orator lainnya, Faisal mengatakan, massa yang melakukan aksi bukan dari kalangan mahasiswa. Yang melakukan aksi adalah warga yang ingin kemajuan daerah.

“Kami selalu memantau ini. Sangat disayangkan jika proyek pasar dilepas begitu saja,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan itu, Bupati Buton La Bakry memberikan deadline kepada Kadis Perdagangan Buton Mustamlin Daly untuk menuntaskan pembangunan pasar tersebut. Jika tidak mampu menuntaskan persoalan itu, La Bakry berjanji akan mencopot Mustamlin dari jabatannya.

“Saya selalu sampaikan. Uang jangan lama-lama di kas daerah. Itu hak rakyat, harus beredar kepada masyarakat. Soal kegiatan di dinas perdagangan yang gagal lelang akan dicarikan solusinya. Bisa dialihkan ke provinsi untuk melanjutkan pembangunan atau solusi lainnya,” tegasnya.

La Bakry mengaku tidak bisa mengintervensi teknis pelelangan proyek pembangunan pasar tersebut. Pasalnya, pengelolaan dana alokasi khusus (DAK) memiliki ketentuan dan aturan.

“Ini soal dinas perdagangan menjadi catatan. Apalagi yang dirugikan masyarakat karena sangat membutuhkan pasar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri,” katanya.

Dinas Perdagangan Buton, Mustalim Daly menuturkan, proyek pembangunan pasar bersumber dari DAK APBN 2018. Proyek tersebut gagal lelang karena hanya diberi waktu sampai 21 Juli 2018. Namun setelah dikonfirmasi waktunya dimajukan sampai 31 Juli.

“Kami sebagai Kadis tidak mungkin menunjuk langsung (kontraktor). Ada prosedurnya. Tiga (proyek) yang gagal dan dua ada pemenangnya. Saya sebagai kadis perdagangan berupaya konsultasi pada Kementerian Keuangan karena deadline waktu sudah lewat,” ujarnya.

“Saya akan turun ke Jakarta. Paling tidak jika bukan di perubahan (APBD Perubahan 2018) maka tahun depan,” katanya.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...