28 TKA Asal Tiongkok di Buton Kantongi IMTA

591
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Polemik keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Desa Suandala Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton terjawab. Sebanyak 28 TKA asal Tiongkok itu bekerja untuk pemasangan instalasi dan perakitan mesin.

“Memang rencana awal 33 orang laporan dari Camat. Tapi tidak sekaligus datangnya. Baru 28 yang datang. Jika memungkinkan akan ada 33 yang akan bekerja disana,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Keselamatan Pekerja Dinas Tenaga Kerja Buton LM Hidayat ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis 9 Agustus 2018.

- Advertisement -

Dijelaskannya, 28 TKA tersebut semua tenaga mekanik yang memasang instalasi dan perakitan mesin pembuatan pabrik aspal cair. Mereka digunakan karena mesin yang dibongkar berasal dari China. Sehingga harus dipasang oleh tenaga mekanik asal China juga.

Kata dia, semua TKA yang masuk di Buton memiliki IMTA (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing). Sedianya TKA yang masuk wajib lapor. Namun mereka tidak memahami proses tersebut.

“Untuk TKA di Desa Suandala rata-rata yang masuk izinnya selama enam bulan hingga pengerjaan proyeknya selesai. Setelah itu mereka akan pulang,” tuturnya.

Lanjut dia, sejak hari ini Kamis 9 Agustus 2018 perusahaan yang mempekerjakan TKA sudah wajib lapor. Mereka memiliki itikad baik melaporkan izin yang dimiliki.

Menurut Hidayat, para TKA itu baru masuk di Buton pada 13 Juli 2018 lalu. Saat masuk mereka sudah mengantongi IMTA.

“Pada dasarnya kesalahannya karena tidak melapor ke dinas. Ini miss komunikasi mereka tidak tahu alur izinnya kemana,” tuturnya.

Hidayat menjelaskan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pihak perusahaan agar memberi ruang bagi warga lokal. Sehingga jumlahnya bisa seimbang dengan TKA yang bekerja.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meminta daftar tenaga teknis yang dibutuhkan. Sehingga Dinas Tenaga Kerja bisa menyiapkan pekerja lokal.

“Koordinasi soal berapa jumlah tenaga kerja yang akan dibutuhkan belum diketahui. Masih skala kecil dulu nanti kemudian dikembangkan,” terangnya.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...