Dukung Imunisasi Rubella, Rajiun : Untuk Kebaikan Generasi Muna Barat

Rajiun saat menghadiri kampanye imunisasi Rubella di SMPN 1 Lawa

Laworo, Inilahsultra.com – Dinas Kesehatan Muna Barat melaksanakan pencanangan imunisasi Measles Rubella (MR) tingkat Kabupaten Muna Barat, Rabu 8 Agustus 2018.

Kampanye ini turut dihadiri Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada didampingi istri, Sekda Mubar LM Husein Tali, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Muna Barat.

Dalam sambutannya, Rajiun menyebut, pencanangan imunisasi Measles Rubella (MR) ini sangat penting bagi generasi muda yang akan datang.

Untuk itu, Rajiun mengajak kepala sekolah dan guru menjadi ujung tombak untuk menyampaikan kepada orang tua siswa bahwa program dari pada pemerintah ini adalah untuk kebaikan anak sebagai generasi penerus yang akan datang.

“Tidak mungkin pemerintah menjerumuskan masyarakatnya, tidak mungkin pemerintah menjerumuskan orang -orang apalagi kepada anak-anak untuk kemudian menjadi penyakit yang tidak mungkin dia atasi,” jelasnya saat memberikan sambutan pencanangan kampanye imunisasi Rubella di SMPN 1 Lawa Rabu 8 Agustus 2018.

Rajiun juga mengingatkan agar jangan terlalu percaya dengan berita-berita yang tersebar di media sosial.

“Ini hoaks yang terlau dilebih-lebihkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mubar Hidayat mengatakan, kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) bertujuan untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella.

Ia menyebut, kampanye imunisasi MR ini merujuk kepada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.Hk/02.01/Menkes/444/2018.

Virus Campak dan Rubella adalah penyakit menular yang sangat berbahaya. Untuk itu pemerintah berusaha mencegahnya, dengan mengimunisasi anak mulai dari usia 9 bulan sampai usia 15 tahun.

Penyakit campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan dapat menimbulkan wabah. Sedangkan penyakit rubella dapat menyebabkan keguguran atau cacat bawaan (Congenital Rubella Syndrome) apabila menyerang wanita hamil.

Sebelumnya, dalam pelaksanakan MR ini ada beberapa sekolah yang menolak, dikarenakan banyak berita di media sosial yang tersebar bahwa suntik rubella berbahaya.

“Kalau sekolah masih menolak, tentu tidak akan memaksakan, namun dari Dinkes akan tetap memberi ruang kepada sekolah untuk bisa membawa anaknya di puskesmas terdekat,” kata Hidayat.

“Kita targetkan dalam melaksanakan kegiatan imunisasi MR minimal 95 persen sampai dengan tanggal 31 September 2018 dari sasaran 25.351 anak,” tuturnya.

Penulis : Muh Nur Alim
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Leave a Response