Warga Desa Puosu Jaya Mengaku Diintimidasi, Ini Tanggapan Dansat Brimob Polda Sultra

343
Warga Desa Puosu Jaya Kecamatan Konda melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sultra, Kamis, 9 Agustus 2018.
-Advertise-

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan warga Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, 9 Agustus 2018.

Kedatangan mereka di kantor wakil rakyat tersebut, untuk menyampaikan tuntutan supaya Satuan Brimob Polda Sultra menghentikan tindakan intimidasi dan pengancaman terhadap masyarakat yang bermukim di lahan tanah seluas 120 hektar. Lahan tersebut diklaim milik Satuan Brimob Polda Sultra.

-Advertise-

Koordinator aksi, Abdul Kadir mengatakan, fakta di lapangan Satuan Brimob melakukan tindakan intimidasi terhadap warga dengan membawa anjing. Selain itu, beberapa hari ini memberikan surat peringatan dengan diantar langsung 8 orang pasukan Brimob bersenjata lengkap dengan mengedor langsung pintu rumah warga layaknya datang menagih utang.

Setelah pemilik rumah membuka pintu, anggota Brimob menyodorkan surat dan memaksa warga untuk melakukan tanda tangan surat pengosongan lahan.

“Ini semua sudah menjadi bentuk-bentuk intimidasi yang dilakukan oleh Brimob. Tidak pernah melalui jalur musyawarah untuk membicarakan masalah ini secara kekeluargaan, sebagaimana semboyan mereka, bahwa jiwa raga mereka untuk rakyat,” tegas Abdul Kadir.

Selain itu, sambung dia, ada kriminalisasi kepada semua mantan kepala desa yang menerbitkan surat kepemilikan tanah (SKT) kepada pemilik lahan. Dimana, Brimob menganggap mereka mantan Kades ini memalsukan SKT yang dimiliki oleh warga.

Bahkan, terangnya sekarang ini proses hukum perdata belum selesai, tapi pidananya sudah dijalankan dan ada mantan Kades ditahan di Rutan Ponggolaka.

“Samirudin mantan Kades hanya karena menerbitkan SKT pemilik lahan ditahan di Rutan Ponggolaka, selain itu warga digertak-gertak dan ditakut-takuti kalau tidak pindah akan dilakukan proses hukum. Tapi kami tidak takut, karena memiliki hak atas tanah, sertifikat, surat pengalihan tanah dan surat pengelolaan tanah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terkait Kasus Bupati Busel, KPK Amankan Dua Kardus Barang Bukti ke Polres Baubau

Di tempat berbeda, Dansat Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Kasero Manggolo saat dihubungi melalui telepon selulernya, membantah ada tudingan intimidasi yang dilakukan oleh Brimob kepada warga masyarakat Desa Puosu Jaya.

Menurutnya, yang dilakukan Brimob, sambung dia, bukan tindakan intimidasi, Brimob hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa lahan itu milik Polri yang digunakan Brimob untuk ditertibkam.

“Kalau Brimob bawa senjata, memang tiap harinya bersenjata yang telah diberikan oleh negara,” ucapnya.

Ia pun menyarankan kepada masyarakat untuk tidak berunjuk rasa maupun protes ke Brimob, seharusnya mempertanyakan hal ini ke Polda Sultra langsung. Sebab, Brimob hanya sebagai pengguna dan tidak punya kuasa atau wewenang apapun, semua itu ada di Polda Sultra.

“Jika masyarakat memiliki dokumen silakan komplain di Polda, jangan ke Brimob. Brimob hanya menempati, semua itu ada di Polda,” tuturnya.

Reporter : Haerun

Editor      : Aso

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here