Ali Mazi Tak Boleh Lagi Maju Pilgub Periode Selanjutnya

3621
 

Kendari, Inilahsultra.com – Ali Mazi akhirnya memenuhi ambisinya menjadi Gubernur Sultra terpilih.

Ia baru saja memenangi Pilgub Sultra 2018 bersama Lukman Abunawas. Pasangan berakronim AMAN ini menang telak atas dua pasangan lainnya, Rusda Mahmud-LM Sjafei Kahar dan Asrun-Hugua.

- Advertisement -

Jauh sebelumnya, Ali Mazi pernah menjabat sebagai Gubernur Sultra bersama Yusran Silondae. Kala itu, pemilihan masih melalui suara perwakilan 45 anggota DPRD.

Setelah menang, akhirnya pasangan ini dilantik pada 18 Januari 2003 dan berakhir pada 18 Januari 2008.

Lantas, Ali Mazi kembali maju di periode keduanya pada 2008 lalu. Sayang, ia kalah dari pasangan Nur Alam-Saleh Lasata.

Ia lantas kembali mencoba mengambil peruntungan maju Pilgub Sultra periode kedua Nur Alam-Saleh Lasata.

Tapi, dukungan jumlah partai tak berpihak kepadanya. Akibatnya, ia tidak ditetapkan sebagai pasangan calon.

Penantian Ali Mazi akhirnya terkabulkan. Bersama Lukman Abunawas, pasangan AMAN ini terpilih menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2018-2023.

Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, karir gubernur Ali Mazi mentok 2023. Ia tidak bisa maju lagi di periode keduanya.

Tanpa menyebut nama kepala daerah, Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Moethalib menjelaskan aturan dimaksud.

Pada Pasal 7 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 disebutkan bahwa jika kepala daerah mencalonkan diri, maka tidak pernah menjabat dua kali untuk jabatan yang sama.

Artinya, Ali Mazi sudah dua kali menjabat gubernur. Pertama, periode 2003-2008 dan periode 2018-2023 (tinggal menunggu pelantikan).

“Maknanya, dia menjabat jabatan yang sama sebanyak dua kali. Jadi, tidak bisa maju lagi dengan jabatan yang sama untuk ketiga kalinya,” ungkap La Ode Abdul Natsir Moethalib, Minggu 12 Agustus 2018.

Aturan ini, kata Natsir, ikut berlaku bagi kepala daerah atau wakil kepala daerah tingkat kabupaten atau kota.

Khusus wakil, kata dia, boleh maju asal naik kelas. Misal, Lukman Abunawas masih bisa maju sebagai wakil untuk periode berikutnya.

“Tidak bisa maju wakil untuk periode ketiga. Tapi, dia bisa naik tingkat (ke gubernur),” katanya.

Hal yang sama berlaku bagi bupati dan wali kota serta wakilnya. Bila sudah dua periode, maka bisa naik “kelas”. Misal, dari bupati dua periode, maju gubernur atau wakil gubernur.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...