Jelang Iduladha, Balai Karantina Pertanian Kendari Perketat Penjagaan Pelabuhan dan Bandara

608
 

Kendari, Inilahsultra.com – Jelang Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1439 Hijriah 2018, Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari melakukan penjagaan ketat di pelabuhan dan bandara udara untuk mengantisipasi masuknya daging-daging kurban tidak layak konsumsi atau membahayakan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari LM Mastari mengatakan, pihaknya akan memperkatat pengawasan di pintu masuk dan pintu keluar melalui pelabuhan laut dan bandar udara.

- Advertisement -

“Di situ kita buatkan jadwal piket untuk teman-teman di karantina. Supaya betul-betul ada pengawasan dan melakukan sidak (inspeksi mendadak) pelabuhan dan bandara. Di sinilah kita tunjukan komitmen untuk menjaga Sultra,” kata LM Mastari saat ditemui di ruangannya, Selasa 14 Agustus 2018.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, kata Mastari, dalam melancarkan penjagaan di dua tempat tersebut, Karantina Pertanian telah bekerja sama dengan instansi terkait dalam hal ini otoritas pelabuhan laut dan bandara udara.

Biasanya, kata dia, jelang Iduladha, terjadi peningkatan volume hewan kurban yang masuk dan keluar.

Misal, peningkatan penjualan kambing masuk ke Sultra mencapai 35 persen. Berbeda dengan sapi, banyak yang dijual ke luar Sultra.

“Ini yang harusnya digarisbawahi bahwa Sultra sudah swasembada daging sapi. Artinya kita di Sultra tidak perlu lagi membeli sapi dari luar Sultra, tapi sapi kita sudah keluar di provinsi lain seperti Sulawesi Selatan (Sulsel),” jelasnya.

Khusus masuknya hewan ternak ke Kendari dari daerah lain di Sultra, ia berharap instansi terkait melakukan pengawasan.

“Dinas peternakan perlu melakukan pengawasan dan mengontrol hal tersebut. Sebab, tidak ada petugas Karantina Pertanian Kelas II Kendari untuk menjaga masuknya sapi kurban di perbatasan kabupaten. Kami harap ada peran dinas terkait dalam mengontrol dan mengendalikan hewan-hewan yang masuk jangan sampai mempunyai penyakit,” harapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa dulu daging yang akan dikonsumsi.

“Sapi kurban harus memenuhi persyaratan syariat dan memenuhi syarat kesehatan. Syarat syariat itu, hewan harus cukup umur, disembeli dengan benar agar putus fenanya, dan syarat kesehatan tidak mempunyai penyakit atau cacat,” imbaunya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...