Mantan Direktur PT DJL Tuntut Uang Pesangon

1815
 

Kendari, Inilahsultra.com – Mantan Direktur PT Damai Jaya Lestari (DJL) Risma Purba menuntut hak pesangonnya untuk dicairkan.

Pasalnya, sejak pensiun Desember 2017, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini belum juga melunasi kewajibannya.

- Advertisement -

Kuasa Hukum Risma Purba, Nasir Wadiansan Harahap mengatakan, berdasarkan surat permohonan Risma Purba dari PT Damai Jaya Lestari, DJL Dir 134/10/2017 bahwa hal tersebut adalah permohonan pensiun, bukan surat pengunduran diri.

Surat tersebut juga, sambung dia, bukan diajukan atas nama Risma Purba, tetapi melalui surat tersebut diajukan PT Damai Jaya Lestari sendiri.

“Klien saya itu Risma Purba kurang lebih satu tahun belum mendapatkan haknya dari Sihar Sitours sebagai Direktur utama Damai Jaya Lestari, dengan alasan Ibu Risma telah mengundurkan diri,” kata Nasir Wadiansan Harahap, Selasa 14 Agustus 2018

Kliennya, lanjut dia, sudah tiga kali melayangkan surat ke perusahaan. Ia juga sudah berkomunikasi dengan General Maneger PT Damai Jaya Lestari Rindu Sagala dan perwakilan perusahaa ini meminta waktu beberapa hari untuk memproses hak Isma.

“Kami sudah dihubungi oleh Rindu Sagala selaku Manager PT Dama Jaya Lestari Sultra dan kami beri tempo selama 7 hari terhitung mulai Senin 13 Agustus sampai Senin 20 Agustus 2018. Apabila tidak ada kejelasan kita akan melakukan langkah-langkah hukum yang dibenarkan oleh undang-undang ketenagakerjaan,” tekannya.

Sebelum naik di meja hijau, kata Nasir, Risma Purba sementara menempuh jalur mediasi secara kekeluargaan.

Jika tidak ditanggapi serius oleh oleh perusahaan, ia mengancan akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

“Agar perusahaan tidak sewenang-wenang terhadap pekerja dan juga perusahaan harus tunduk terhadap undang-undang ketenagakerjaan. Jangan hanya mengambil keuntungan dari karyawan ketika pensiun dan di PHK,” tegasnya.

Berdasarkan pasal 168 ayat 5 undang-undang nomor 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, total hak yang harus diterima Risma Purba selama 25 tahun menjadi Direktur belum terbayarkan kurang lebih Rp 535 juta. Namun, pihak perusahaan hanya ingin membayar sebesar Rp 57 juta

“Inikan ada selisih cukup banyak sehingga kita keberatan terhadap pembayaran pesangon klien saya Risma Purba,” tutupnya.

Sementara dikonfirmasi ke PT Damai Jaya Lestari, Senin 13 Agustus 2018, pihak perusahaan belum bisa memberikan keterangan, dengan alasan direktur belum ada di tempat.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...