Yasayan Lazuardi Ibnu Sina Kembangkan Konsep Berwawasan Welas Asih kepada Siswanya

534
 

Kendari, Inilahsultra.com – Yayasan Lazuardi Ibnu Sina membekali para peserta didiknya mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Taman Kanak Kanak (TK) serta Sekolah Dasar (SD)
dengan mengembangkan konsep berwawasan welas asih.

Ketua Umum Pusat Yayasan Lazuardi Ibnu Sina Haidar Bagir mengatakan, tujuan dalam menerapkan konsep berwawasan welas asih agar terdapat sebuah rasa kasih dan simpati. Semua orang jelas memiliki wales asih dalam dirinya. Hanya saja, setiap orang punya kader tersendiri akan besar atau tidaknya perasaa tersebut.

- Advertisement -

Pasalnya, situasi masyarakat Indonesia saat ini adanya ketegangan dan pertengkaran internal umat Isalam bisa jadi kehilangan daya tarik di kalangan generasi milenial yang setiap hari disuguhi tontonan yang tidak seharusnya dipertontonkan saat inii di depan publik.

“Mungkin kita perlu memahami mengapa beberapa anak muda dari keluarga Islam memilih meninggalkan agama ini dan kalau tidak jadi atheis atau agnostik berpaling ke agama lain yang lebih menampakan pesan nuansa kedamaian dan kasih sayang,” kata Haidar Bagir, Jum’at, 17 Agustus, 2018.

Agama masih menarik untuk generasi milenial, tapi wajah dan pesan bagaimana generasi milenial melihat situasi dan pertingkaian saat ini terjadi.

Menyadari situasi tersebut, Lazuardi sebagai sekolah berbasis Islam menganggap perlu melakukan rebranding atau strategi dengan menekankan frasa wales asih untuk memberikan pemahaman kebaikan. Kebaikan itu idak hanya dalam tagline dan logo, tetapi juga di dalam materi belajar, cara mengajar hingga interaksi diantara seluruh keluarga besar Lazuardi.

“Jadi konsep ini tidak hanya antara guru dan murid tetapi sejak pimpinan tertinggi hingga asisten sekolah dan satpam yang ada di Lazuardi pusat, tetapi juga cabang Lazuardi di berbagai Kota,” jelasnya.

Mengapa strategi ini dianggap penting oleh Lazuardi, kata Haidar Bagir, untuk menjadikan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan Lazuardi melakukan upaya terbaik. Setiap hari anak-anak akan diekspos dengan berbagai hal yang mengingatkan pentingnya bersikap welas asih kepada semua mahluk ciptaan Allah, agar lulusan yang dihasilkan bisa memiliki hati penuh welas asiih.

“Bukan hanya sesama manusia, tetapi juga dengan hewan, tumbuhan dan mahluk yang dianggap mati seperti batu sekalipun dengan kata lain terhadap lingkungan. Maka untuk dapat menumbuhkan perilaku welas asih perlu dikembangkan lingkungsn yang kondusif,” jelasnya.

Proses belajar di Lazuardi, baik di kelas maupun di luar kelas harus diupayakan menjadi sebuah kebaikan dan teladan ditaburkan setiap waktu untuk ditiru dan dinternalisasi untuk anak-anak.

“Jika Lazuardi gagal menanamkan sifar ini di dalam diri murid-murid, artinya tujuan pendidikan Lazuardi telah gagal,” pungkasnya.

Ujian sebenarnya, ketika murid-murid sudah lulus dan berada di tengah-tengah masyarakat yang prural dan punya beragam nilai. Misalnya, contoh dia menghadapi persaingan di dunia kerja dan bisnis harus memepertahankan sifat welas asih, agar tidak tergoda untuk melakukan korupsi yang intinya bersifat egois dan mengesampingkan kepentingan orang banyak.

Reporter : Haerun

Editor      : Aso

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...