Terlibat Korupsi, Anak Aswad Sulaiman Ditahan Polda Sultra

1514
 

Kendari, Inilahsultra.com – RN, staf pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Perwakilan Kabupaten Konawe Utara (Konut) di Kendari tertunduk lesu saat dibawa tiga orang penyidik di ruang konferensi pers Polda Sultra, Senin 20 Agustus 2018.

RN yang tidak lain adalah putra mantan Bupati Konut Aswad Sulaiman ini ditahan Polda Sultra karena terlibat korupsi di Dinas Kehutanan Kabupaten Konut.

- Advertisement -

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadireskrimsus) Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan SIK mengaku, RN ditangkap berdasarkan hasil pengembangan lima tersangka lainnya yang sudah divonis pengadilan.

“Tersangka RN ini pengembangan kasus sebelumnya dalam kasus penyalahgunaan DAK 2015 Dishut Konut,” katanya.

Sebelumnya, dalam kasus yang sama, ada lima tersangka yang sudah ditahan dan divonis bersalah. Adalah Amirudin, Muhammadu, Lili, Jumardi dan Zaneab.

Saat kelimanya menjadi terperiksa, RN turut menjadi saksi. Dalam perjalanannya, nama RN turut disebut telah menikmati uang hasil korupsi proyek senilai kurang lebih Rp 1,5 miliar tersebut.

“Berdasarkan hasil pengembangan, tersangka RN menerima uang Rp 150 juta,” katanya.

Dalam kasus korupsi pengadaan bibit kayu eboni dan bayam dan penetapan lokasi penanaman jati ini, RN dianggap turut melakukan intervensi dalam pengadaannya.

“Keterlibatan yang bersangkutan sangat dekat dengan Pemda dan mengintervensi proyek yang ada,” bebernya.

Dari tangan tersangka, polisi turut menyita barang bukti, kwitansi senilai Rp 205 juta dan satu lembar kwitansi lainnya senilai Rp 205 juta

“Kemudian, fotokopi slip penyetoran bank senilai Rp 10 juta,” tuturnya.

Akibat korupsi “berjamaah” ini, berdasarkan pada audit BPKP, negara telah dirugikan kurang lebih Rp 930 juta.

Atas perbuatannya, RN disangkakan Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...