KASN Menduga Ada Pelanggaran dalam Pelantikan Pejabat di Muna

1023
 

Kendari, Inilahsultra.com – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menduga ada pelanggaran dalam pelantikan pejabat di Pemerintah Kabupaten Muna beberapa waktu lalu.

Asisten KASN Andi Abu Bakar mengaku, pihaknya telah mendapatkan laporan dari ASN, Jumat pekan lalu, terkait dugaan pelanggaran dimaksud.

- Advertisement -

Sepertinya, kata dia, Pemkab Muna tidak mengikuti rekomendasi KASN sebelumnya pada Juli 2018 terkait larangan pemberhentian 18 pejabat yang menduduki jabatan tinggi pratama.

“Di Muna sudah lakukan uji kompetensi 32 pejabat. Dari hasil proses evaluasi, rasionalisasi pada Juli 2018 lalu, kami simpulkan hasil uji kompetensi tersebut dituangkan dalam rekomendasi untuk tidak dilakukan pemberhentian,” katanya, Senin 27 Agustus 2018.

Dalam proses uji kompetensi pejabat tinggi pratama, Pemkab Muna harus meminta rekomendasi dan petunjuk KASN.

Hal itu telah dilakukan Pemkab Muna dan KASN sendiri mengeluarkan rekomendasi.

Ia menyebut, ada tiga klasifikasi dalam uji kompetensi pejabat tinggi pratama di Muna. Yakni, memenuhi syarat, masih memenuhi syarat dan belum memenuhi syarat.

Kalau pejabat tersebut masih memenuhi syarat, maka otomatis tidak bisa dihentikan dari jabatannya.

“Dia hanya dimutasi di jabatan tinggi pratama yang setingkat,” katanya.

Bagi yang tidak memenuhi syarat, kata dia, direkomendasikan untuk dipertimbangkan diangkat menduduki jabatan tinggi pratama atau demosi pada jabatan di bawahnya.

“Ini dugaan pelaksanaan mutasi tidak berdasarkan rekomendasi KASN,” tuturnya.

Meski demikian, informasi ini baru sebatas laporan lisan. Tapi bila benar bahwa Pemkab Muna menghentikan jabatan yang bersangkutan, maka kuat dugaan rekomendasi KASN tidak dilaksanakan.

“Jika betul dilakukan pemberhentian, kuat dugaan ada kebijakan PPK (Bupati Muna) tidak sesuai rekomendasi KASN,” ungkapnya.

KASN, kata dia, telah meminta surat keputusan (SK) pelantikan pejabat tinggi pratama di Muna. Pihaknya juga akan meminta klarifikasi dari pemerintah setempat.

“Sekarang kita minta data dan informasi. Sekarang belum kita simpulkan, tapi kuat dugaan itu ada (pelanggaran),” katanya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...