Sultra Jadi Tuan Rumah Pelatihan Fungsional Penyuluh IKM se-Indonesia

609
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) melakukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia pelaku IKM berupa pelatihan dan pendampingan kepada Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (PFPP) di seluruh Indonesia.

Kegiatan Kemenperin RI dipusatkan di Kendari Sulawesi Tenggara yang berlangsung 11 hari mulai Senin 27 Agustus 2018.

- Advertisement -

Program pelatihan dan pendampingan PFPP dimana Sultra sebagai tuan rumah sejalan dengan program revolusi industri ke empat. Yakni, melalui pemberdayaan IKM, maka dibutuhkan pembinaan industri yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni untuk membimbing IKM.

Hal tersebut merupakan bagian penjabaran perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Setelah selama kurang lebih 3,5 tahun pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur, saat ini pemerintah Jokowi melakukan pergeseran fokus kerja ke investasi di bidang sumber daya manusia (SDM).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada beberapa waktu lalu juga menjelaskan Kemenperin ke depan akan mempersiapkan peningkatan kompetensi SDM di sektor industri untuk menyongsong industri 4.0. Di mana salah satunya fokus pada peningkatan SDM di sektor IKM.

Dalam pelatihan tersebut Kemenperin melibatkan 200 peserta. Mereka mengikuti sejumlah bimbingan yaitu antara lain PFPP, Fasilitator Manajemen Mutu, zard Analysis Critical Control Point (HACCP), HKI dan e-Smart Dekonsentrasi IKM.

Diketahui terdapat 31 peserta yang mengikuti pelatihan tingkat dasar PFPP dan 30 peserta mengikuti pelatihan Fasilitator Manajemen Mutu.

Selanjutnya, ada pula 24 peserta yang mengikuti pelatihan HACCP, 26 peserta pada bidang pelatihan HKI Tingkat pemula, dan workshop e-Smart Dekonsentrasi IKM Sulawesi Tenggara melibatkan peserta sebanyak 80 orang.

“Selain PFPP dengan pengetahuan dasar proses produksi industri, ada PFPP yang juga menjadi Fasilitator HKI. Adapun jumlah pembina industri yang telah dilatih sebagai fasilitator HKI sebanyak 1.015 orang, yang tersebar di Dinas Perindag Propinsi/ Kabupaten/ Kota di Indonesia, Balai Besar, Baristand dan Sekolah di bawah Kementerian Perindustrian. Jumlah Fasilitator HKI IKM ini tentunya belum sebanding dengan populasi industri kecil dan menengah yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelas Direktur Jenderal IKM Gati Wibawaningsih pada pembukaan acara di Hotel Grand Clarion, Kendari Senin 27 Agustus 2018.

Fasilitator HKI juga diharapkan mampu menjadi mitra kerja aktif Klinik Konsultasi HKI-IKM Kementerian Perindustrian dalam memberikan konsultasi dan fasilitasi pendaftaran hak cipta, paten, desain industri dan merek bagi IKM.

Hingga bulan Agustus 2018, Klinik HKI-IKM diketahui telah memfasilitasi pendaftaran HKI sebanyak 3.563 merek, 1224 hak cipta, 16 paten dan 69 desain produk industri.

Gati berharap dalam pelatihan-pelatihan ini, para PFPP bisa memperoleh pengetahuan, informasi dan berbagi pengalaman sebagai bekal dan bimbingan. Ilmu ini juga diharap dapat ditularkan kepada IKM di daerahnya masing-masing.

“Selain itu juga melalui Klinik Konsultasi HKI pada Ditjen IKM, kami harapkan Tenaga Fasilitator HKI yang telah terlatih dapat membangun hubungan kerjasama dalam perlindungan dan pendaftaran HKI yang tersebar di daerah,” tuturnya.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...