Disdukcapil Mubar : Tak Ada Tebang Pilih

280
 

Laworo, Inilahsultra.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muna Barat membantah telah memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara tebang pilih.

Sebelumnya, pelayanan di Disdukcapil Muna Barat dikeluhkan oleh warga. Sebab, Disdukcapil terkesan melayani orang dekat saja.

- Advertisement -

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Mubar La Ode Nggunu mengaku, tuduhan itu tidak berdasar.

“Untuk menilai kinerja Disdukcapil jangan hanya melihat dalam satu hari saja dan jangan mendengarkan pada satu pihak saja,” katanya Selasa, 28 Agustus 2018.

Ia berharap, masyarakat yang keberatan bisa langsung menyampaikan ke pejabat terkait.

“Datanglah di sini dan diskusilah dengan kita yang paham dengan masalah itu. Jangan hanya karena kekesalan salah satu oknum yang tidak ditahu kebenarannya langsung ditanggapi dan seolah-olah capil itu tidak melakukan pelayanan dengan benar. Bertanyalah kepada orang yang berkompeten di capil, misalnya kadis, sekertaris, dan kepala bidang yang mengetahui secara teknis tentang pelayanan disdukcapil,” katanya.

Ia menyebut, pihaknya berkomitmen melakukan pelayanan yang baik kepada masyarakat sesuai tupoksi dan tanggung jawab.

“Namun karena kita manusia pasti mengalami kesalahan. Tapi, dari kesalahan itu kami meminta kepada masyarakat agar dikonsultasikan. Kalau bicara pelayanan, saya anggap Capil Mubar telah bekerja keras. Hari Sabtu dan Minggu kita juga keliling setiap kecamatan untuk menyasar masyarakat yang tidak memiliki KTP-el, KK, Akta Kelahiran. Kita ke pulau sampai bermalam di sana untuk menjalankan tugas-tugas kami dalam menuntaskan dokumen kependudukan masyarakat Mubar,” terangnya.

Sejauh ini, kata La Ode Nggunu Disdukcapil Mubar telah melakukan perekaman 6.300 warga.

Menurutnya, angka itu merupakan kerja yang sangat luar biasa, karena sebelumnya data dari Kemendagri jumlah masyarakat Mubar yang belum melakukan perekaman KTP-el sekitar 7.000 orang.

“Dengan capaian tersebut presentase kepemilikan KTP-el masyarakat Mubar 87 persen dan melampaui target nasional yaitu 85 persen. Alhamdulillah berdasarkan penilaian Dirjen Dukcapil kerjanya Capil Mubar untuk urusan perekaman KTP-el di urutan pertama,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya juga masih mengakui bahwa dalam proses pelayanan Disdukcapil Mubar masih banyak kendala apa lagi dalam proses perekaman KTP-el.

Ada beberpa tahapan yang perlu diketahui masyarakat sebelum KTP elektronik terbit. Pertama, perekaman merupakan data biometrik meliputi sidik jari, iris mata, foto badan secara keseluruhan dan tanda tangan yang bersangkutan.

Kemudian data yang telah direkam dikirim di Dirjen Dukcapil. Setelah itu, Dirjen Dukcapil memvalidasi data tersebut lalu dikirim di pangkalan data untuk dicetak.

“Di sini kita banyak mengalami kendala, biasanya kalau dalam proses perekaman posisi badan tidak lurus dan airis mata merah ketika difoto maka itu lambat tayang fotonya. Kemudian persoalan jaringan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga banyak menemukan masyarakat yang melakukan pengurusan di Disdukcapil Mubar tidak memahami prosedur sehingga mereka menggap Didukcapil Mubar tidak serius melakukan pelayanan.

“Misalnya, ada masyarakat yang mengurus KTP-el di Mubar tapi NIK sudah terdaftar di daerah lain dan belum mengurus surat pindah.
Ini sering terjadi di Disdukcapil Mubar,” bebernya.

Kemudian, ada juga masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan dalam keadaan mendadak.

“Ini masalah. Karena dalam proses pengurusan kita lakukan bertahap, karena banyak dokumen yang belum selesai dikerjakan,” ujarnya.

“Olehnya itu, kami berharap kepada masyarakat agar dalam melakukan pengurusan selalu diutamakan kesabaran, lengkapi persyaratan, menguruslah sebelum dibutuhkan dan jangan menutupi masalah administrasi,” pungkasnya.

Penulis : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...