Kades Alihkan Anggaran Lahan Kuburan, Warga Labaha Protes

864
 

Laworo, Inilahsultra.com – Warga Desa Labaha Kecamatan Watopute Kabupaten Muna mempertanyakan kebijakan kepala desa yang mengalihkan anggaran pengadaan lahan pekuburan menjadi lapangan sepak bola.

Sebelumnya, tempat pekuburan umum (TPU) telah disiapkan anggarannya melalui alokasi dana desa (ADD). Namun, hingga saat ini tak ada kejelasan.

- Advertisement -

Salah satu tokoh pemuda Desa Labaha La Ode Sanusi mengaku, lahan yang sudah dianggarkan melalui ADD sebesar Rp 28 juta Tahun Anggaran 2015 dan 2016, sudah disepakati dalam musyawarah bersama tokoh masyarakat beserta BPD.

Tapi, setelah dilakukan pendataan, belum ada lahan yang siap. Malah, anggarannya digunakan untuk pembebasan lahan lapangan sepakbola.

“Sudah sepakat itu hari dalam musyawarah bahwa untuk TPU pak desa akan carikan lahan di tempat lain,” katanya Selasa, 28 Oktober 2018.

“Tanah pekuburan itu pernah ada, namun kini telah hilang. Kemana? Hanya mereka yang tahu,” tambah pria yang akrab disapa Angki ini.

Pada 2017 kemarin, sempat diadakan rapat untuk membahas kembali lahan pekuburan.

Pada kesempatan itu, Kades Labaha menjanjikan untuk mengganti lahan pekuburan yang dimaksud.

“Namun hingga kini hal yang dinanti pun tak kunjung tiba. Tanah pekuburan yang telah dianggarkan melalui ADD harus dikembalikan. Apabila lahan pengganti TPU tersebut maka desa tidak boleh lagi menggunakan anggaran dari desa dengan pertimbangan bahwa tanah itu pernah dibebaskan sebelumnya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Sarfidin, tokoh masyarakat lainnya.

“Kalau lahan kuburan dianggarkan lagi berarti sudah tidak benar ini, karena untuk lahan TPU sebelumnya sudah di anggarkan,” katanya.

Menurutnya, untuk lahan pekuburan ini harus ada tanpa harus mengeluarkan anggaran lagi.

“Jika sudah tidak bisa dapatkan lahan, anggaran yang sudah dikeluarkan sebanyak Rp 28 juta itu harus di kembalikan di desa,” tekannya.

Sementara itu, Kepala Desa Labaha La Tauba saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu 29 Agustus 2018 mengatakan, lahan untuk TPU memang sebelumnya ditunjuk di Baluara yang sekarang ini sudah dijadikan lapangan sepakbola.

Kata La Tauba, kesepakatan pada saat musyawarah, lahan untuk pekuburan akan dipindahkan di tempat lain, dengan catatan seluruh masyarakat harus mencari bersama-sama.

“Kalau sudah dapat lahan TPU selanjutnya akan dirapatkan kembali sekalian dibicarakan nggaranya di APBDes,” katanya.

Ia menyebut, untuk anggaran Rp 28 juta itu sudah dibayarkan pada pembebasan lahan lain milik masyarakat yang ukuranya 1 hektare (Ha).

“Pada tahun 2015, desa belum mempunyai anggaran untuk membayar pembebasan lahan itu, karena pada saat itu terdesak, jadi kepala desa ada inisiatif untuk pinjam di koperasi. Harga lahan itu sebenarnya Rp 23 juta, hanya persoalan kita pinjam di koperasi, jadi kita bayar semua 28 juta, semua dihitung dengan bunganya,” kata La Tauba.

Untuk anggaran 28 juta kata dia, diambilkan di ADD yang melekat pada pemeliharaan kantor TA 2016 dan 2017, masing-masing Rp 14 juta dalam dua tahun.

Penulis : Muh Nur Alim
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...