KPK Buka Peluang Ambil Alih Dua Kasus Korupsi di Baubau

1001
 

Baubau, Inilahsultra.com – Penanganan dua kasus besar dugaan korupsi di Kota Baubau rencananya akan diambilalih langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua kasus yang terjadi beberapa tahun silam itu diantaranya proyek pembangunan Islamic Center dan reklamasi Pantai Wameo atau dikenal paket 9, yang ditangani Polres Baubau.

- Advertisement -

Koordinator Kordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK wilayah Sultra, Heri Nurudin menegaskan, KPK berpeluang mengambil alih jika penegak hukum (Gakkum) dalam hal ini Kepolisian atau Kejaksaan tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut alias berlarut-larut penanganannya.

“Kalau tidak selesai secepatnya, bisa saja kita ambil alih. Ini juga menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya di Kantor Wali Kota Baubau, Rabu malam 29 Agustus 2018.

Kendati begitu, lanjut Heri, pihaknya tetap menghargai dan bersinergi dengan aparat penegak hukum yang lain. Selain itu, tim supervisi penindakan KPK sudah beberapa kali melakukan supervisi ke Polres.

Rupanya, komisi anti rasuah itu telah memberikan batas waktu alias deadline penanganan dua kasus besar dugaan korupsi itu. KPK siap mengambil alih jika Polres Baubau tidak dapat menyelesaikan setelah batas waktu yang ditentukan.

“Kita sudah berproses kesana (Polres) dan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan. Pasti mereka (Polres) sudah tahu kalau ada batas waktunya. Nanti tanya saja,” pungkasnya.

Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Islamic Center, Polres Baubau diketahui sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sayang, hingga kini penanganan kasus tersebut terhenti.

Begitu juga dengan kasus dugaan korupsi reklamasi Pantai Wameo atau paket 9. Dalam kasus itu Polres Baubau sudah menetapkan tersangka. Namun hingga kini kasus yang diungkap sejak tahun 2005 itu tak kunjung tuntas.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...