Hindari Bentrok, Alasan Kapolres Kendari Tolak Amankan Rencana Eksekusi di Tapak Kuda

2024
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kendari AKBP Jemy Junaedi mempertimbangkan secara matang untuk mengamankan jalannya rencana eksekusi lahan di Tapak Kuda Kendari.

Rencananya, berdasarkan putusan PN Kendari, eksekusi lahan digelar pada Rabu 29 Agustus 2018.

- Advertisement -

Menurut Kapolres, ia sudah menerima putusan Pengadilan Negeri Kendari terkait rencana eksekusi itu.

Hanya saja, kata dia, putusan itu tidak menjelaskan secara detil obyek yang akan dieksekusi.

Dalam peta yang beredar, memang tak ada petunjuk bangunan mana yang akan dieksekusi.

“Kita pelajari dulu duduk persoalannya,” katanya.

Jemy menjelaskan, saban hari pada 1993 pernah ada perintah eksekusi atas lahan tersebut. Hanya saja, kala itu tidak jadi.

“Kita tidak tahu sekarang ada perintah lagi eksekusi. Kan ini jauh sekali jaraknya. Kenapa nanti sekarang lagi,” ujarnya.

Menurut Jemy, informasi yang diperoleh, lahan tersebut pernah dikuasai oleh salah satu koperasi dengan status hak guna usaha.

Tapi, HGU itu telah habis masa waktunya pada 1999. Tentu, kata dia, bila tanah ini digusur, maka lahan itu akan diberikan ke siapa.

“Pertimbangannya untuk siapa barang ini nantinya sementara HGU sudah habis 1999,” paparnya.

Dalam perjalanannya, kata dia, masyarakat yang menempati lahan tersebut telah mengantongi sertifikat. Tentu, hal ini juga menjadi pertimbangan polisi untuk mengamankan eksekusi.

“Bahkan masyarakat sudah punya sertifikat sejak 1980-an. Ini menjadi salah satu pertimbangan polisi,” ujarnya.

Ia menyebut, bila eksekusi terjadi, sudah ia prediksi akan terjadi bentrok. Pastinya, bentrokan itu akan melibatkan masyarakat dan polisi.

“Kita tidak mau ada chaos. Makanya kita ingin dudukan dulu ini masalahnya. Kita ingin mapping dulu persoalannya,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...