DAU Pemprov Sultra Tak Kuat Tanggung Belanja Pegawai

432
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Provinsi Sultra menilai Dana alokasi umum (DAU) yang diturunkan pemerintah pusat masih sangat kurang jika dihitung dengan jumlah belanja pegawai.

Plt Kepala Bappeda Sultra Rony Yakob Laute menyebut, total DAU yang turun di Sultra saat ini sebanyak Rp 1,5 triliun.

- Advertisement -

Namun, angka ini tidak akan mampu menanggung seluruh biaya belanja pegawai. Sebab, dengan beralihnya kewenangan guru SMA dan kehutanan ke provinsi, ikut berdampak pada penggunaan DAU.

Pegawai di bawah naungan Pemprov Sultra kurang lebih 20 ribuan. Angka ini sudah termasuk guru dan pegawai kehutanan.

Sehingga, bila dikalkulasi, total belanja pegawai di Pemprov Sultra kurang lebih Rp 1,2 triliun. Sehingga dipastikan, untuk pembangunan hanya bisa dianggarkan Rp 300 miliar.

“Secara normatif kan, DAU itu 50 persen untuk pembangunan infrastruktur dan 50 persen untuk belanja pegawai. Faktanya kita menanggung belanja pegawai sampai 80 persen total DAU,” ungkap Rony.

Bila dibandingkan dengan sebelum pengalihan kewenangan guru dan kehutanan, DAU Sultra normal. Sebanyak 50 persen untuk belanja pegawai dan 50 persen untuk pembangunan.

Ia berharap, hadirnya Menteri Keuangan Sri Mulyani kemarin bisa berdampak baik pada peningkatan DAU.

“Kita harap ibu Plt Sekda bisa menyampaikan ini,” harapnya.

Rony kembali mengkalkulasi kebutuhan DAU Sultra dengan pengambilalihan kewenangan guru dan kehutanan.

Ia memperkirakan, Sultra butuh aliran DAU kurang lebih Rp 3 triliun. Angka ini, kata dia sudah bisa membuat Pemprov Sultra sedikit bernapas.

Apabila DAU tetap pada angka Rp 1,5 triliun, maka kata Rony, perlu ada siasat lain yang harus dilakukan Pemprov.

Dalam kajian pemerintahan, bila terjadi turbulensi aeperti ini, pilihannya ada empat. Mengutang ke pemerintah pusat, mendatangkan investor, menjual aset dan rasionalisasi anggaran.

Menurut Rony, yang tepat diambil oleh Pemprov Sultra adalah rasionalisasi anggaran beserta programnya.

Sebab, bila menjual aset, tak ada aset Sultra yang lebih bernilai. Sedangkan untuk mengutang, itu akan membebani daerah di kemudian hari.

“Kalau rasionalisasi program saya kira tepat. Karena, kita bisa alihkan program yang tidak produktif,” tuturnya

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...