Dianiaya Seniornya, Bintara Polda Sultra Tewas

55403
Rekonstruksi kasus penganiayaan Bripda Muh Faturrahman Ismail, personil Polda Sultra, Senin 3 September 2018.
-Advertise-

Kendari, Inilahsultra.com – Wajah Institusi kepolisian kembali tercoreng. Seorang bintara muda di Polda Sultra tewas setelah dianiaya seniornya, Senin 3 September 2018.

Informasi ini dibenarkan Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt.

-Advertise-

Ia mengaku, pada Senin 3 September 2018 sekira pukul 00.30 WITA bertempat di Barak Dalmas Polda Sultra telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh Bripda Zulfikar (angkatan 40) dan Bripda Fislan (angkatan 41) terhadap Bintara Remaja Polda Sultra angkatan 42, Bripda Muh Faturrahman Ismail.

“Penganiayaan dengan cara memukul dengan kepalan tangan kanan masing-masing sebanyak 1 kali di bagian dada dan di bagian perut di bawah pusar kepada Bintara Remaja angkatan 42 Polda Sultra, setelah itu Bripda Muh Faturrahman Ismail (alm) jatuh tersungkur dalam keadaan sudah tidak bisa bernafas dan muka pucat,” katanya melalui pesan WhatsAppnya, Selasa 3 September 2018.

Harry mengaku, almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari oleh angkatan Bintara Remaja dengan menggunakan mobil security Barier Ditsamapta Polda Sultra.

“Setibanya di RS Abunawas dokter langsung memberikan pertolongan pertama dengan cara memompa jantung almarhum dan menginfus namun sekitar jam 01.40 WITA dokter menyatakan bahwa Bripda Muh Faturrahman Ismail sudah meninggal dunia. Pada jam 04.00 jenazah almarhum dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Sultra untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Saat ini, lanjur Harry, pihaknya sudah mengamankan dua pelaku di Pos Provos Polda Sultra.

Polisi juga sudah menggelar rekonstruksi terhadap penganiayaan korban.

“Polisi sudah memeriksa saksi-saksi berjumlah 4 personel piket propam, 9 personel sabhara dan 1 ahli dari dokkes,” tuturnya.

Harry menyebut, berdasarkan hasil visum luar oleh dokter Bhayangkara Kendari, ditemukan luka memar pada dada sebelah kiri dan luka memar pada perut bagian bawah.

Baca Juga :  Maju Pilgub Sultra, Ridwan Bae Punya Modal 63 Ribu Kader Golkar

Sedangkan hasil outopsi ditemukan retak pada tulang rusuk sebelah kiri pada tulang rusuk nomor 7. Jejas (lecet) kemerahan pada pembungkus jantung, jejas kemerahan pada permukaan jantung. Terdapat resapan darah pada otot perut bawah.

“Kesimpulan bahwa luka memar dan adanya retak pada tulang rusuk sebelah kiri yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat trauma tumpul yang keras dan kuat,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

4 KOMENTAR

  1. beginilah klo otak penjahat dijadikan polisi, pecat dan dihukum seberat beratnya, manusia biadap, otak dengkul…semoga mendapatkan balasan yg sama mampus dikeroyok orang dan mati perlahan.

  2. Hati hati dengan omonganmu Om.Hudy..
    Kalo anda bilang polisi .. semua polisi di RI ini bisa nguber2 anda..
    Yg benar oknum..
    Camkan itu..

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here