Samahuddin, Kepala Daerah yang Banyak ‘Berkantor’ di Jalan

863
Bupati Buteng Samahuddin saat menyalami warga usai menyerahkan lahannya digunakan untuk pembangunan jalan.
-Advertise-

Labungkari, Inilahsultra.com – Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin dikenal sebagai sosok kepala daerah yang banyak berkantor di jalan. Dia sering melakukan tinjauan lapangan dan mengambil kebijakan saat berada di jalan.

Makanya tak heran jika La Ramo sapaan Samahuddin, sering berhadapan dengan terik matahari. Alasannya, Kabupaten Buteng saat ini fokus menyelesaiakan berbagai pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah pembangunan jalan.

-Advertise-

La Ramo mengakui dipilih oleh rakyat. Makanya, dia berada di lapangan untuk memenuhi harapan masyarakat.

“Jadi meski dibawah terik matahari ini kita harus bekerja. Saya sama wakil saya (La Ntau) terpilih karena rakyat, jadi kami membalas dengan kerja untuk rakyat juga,” katanya didampingi La Ntau saat meninjau pembangunan jalan Poros Labungkari-Mawasangka, Senin 3 September 2018.

Orang nomor satu di Buteng itu rela berjalan kaki menapaki jalan berdebu untuk meyakinkan pemilik lahan jika lahanya terkena proyek pembangunan jalan. Tindakannya yang cenderung persuasif, membuat warga ikhlas tanahnya digunakan.

“Saya turun langsung ke lapangan dan berkomunikasi kemasyarakat yang dikena lahannya sebagai bentuk penghargaan kepada pemilik lahan agar bersedia membebaskan tanahnya sebagian untuk pembuatan jalan. Alhamdulillah hari ini sudah tidak ada kendala,” ungkapnya.

Sebelumnya, kata dia, pembangunan jalan sempat terhambat karena terbentur masalah lahan. Sebagian warga menolak tanahnya digunakan. Namun pada akhirnya warga merelakan setelah kunjungan dan komunikasi secara langsung dilakukan Samahuddin.

“Niat kita baik. Ini untuk pembangunan daerah,” paparnya.

Pembangunan jalan terus digenjot Samahuddin untuk meningkatkan aktifitas ekonomi masyarakat dan memberikan kenyamanan kepada pengendara. Selain itu untuk mengurangi angka kecelakaan.

“Alhamdulillah, para pemilik lahan telah menyatakan keikhlasannya. Bahkan pemilik lahan ini mempersilakan pemda untuk menggunakan lahannya berapapun yang dibutuhkan yang penting untuk kepentingan bersama. Ini juga untuk amal kita kedepannya karena jalan ini bukan akan dilalui kita sendiri namun akan dilalui banyak umat,” jelasnya.

Baca Juga :  Ali Darta, Atlet Dayung Asal Muna yang Mengharumkan Indonesia

La Ramo menjelaskan, pembangunanjalan Poros Labungkari-Mawasangka menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN tahun 2018. Jumlahnya sebesar Rp 4,4 miliar.

“Saya tidak tahu persis berapa panjang lintasan jalan yang akan kita buat ini. Tapi pastinya lebarnya 10 meter dengan komposisi bahu jalan masing-masing kanan dan kiri satu meter dan pengaspalannya 8 meter,” katanya.

Salah satu pemilik lahan, Haliki mengaku, ikhlas memberikan lahannya untuk pembangunan jalan poros ini. Ia pun mengaku siap jika pemerintah daerah membuka jalan lainnya.

“Untuk saya pribadi rela yang penting untuk kepentingan umum. Kalau untuk kepentingan pribadi tidak ada gunanya itu,” katanya.

Kerelaan Haliki bukan tanpa dasar. Ia mengaku dengan adanya pembangunan jalan yang memadai maka ekonomi masyarakat akan tumbuh pesat.

“Kan tujuan dari pembangunan ini adalah bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi dengan dibukanya jalan maka pengembangan wilayah juga akan semakin mudah diakses,” tuturnya.

Reporter: LM Arianto

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here