Atlet Dayung Sultra Peraih Emas Asian Games, Tak Dapat Perhatian dari Pemerintah Daerahnya

Ali Buton

Kendari, Inilahsultra.com – Nama Ali Buton boleh moncer di Jakarta. Ia adalah salah satu atlet Sultra yang meraih medali emas di ajang Asian Games 2018.

Namun, prestasinya yang gemilang itu, belum mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerahnya.

Baik Pemprov Sultra maupun Pemkab Wakatobi, ia belum mendapatkan kabar akan diberikan bonus atas prestasinya mengharumkan daerah.

Ditemui di salah satu warung kopi di Kendari, pemuda asal Desa Samabahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi ini mengungkapkan pelbagai keluh kesahnya.

Ia mengaku, pernah dijanjikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra bahwa akan mendapatkan bonus apabila berhasil meraih medali emas, perak, maupun perunggu.

“Sampai saat ini belum ada bonus. Ketua KONI Sultra pak Lukman pernah menyampaikan langsung kepada kami akan memberikan bonus kepada atlet yang meraih medali emas, perak maupun perunggu,” kata Ali Buton.

Ia mengaku, hingga saat ini belum mendapatkan telepon dari pemerintah. Padahal, sudah sepekan berada di Sultra.

“Asian Games telah selesai dan kami telah tiba Sultra, tapi belum juga dihubungi. Saya tidak tahu berapa dan kapan kita terima bonus itu,” tambahnya.

Selain belum dapatkan bonus, atlet dayung yang juga peraih medali perak nomor rowing empat mins ini mengaku, sepekan berada di Sultra, ia belum mendapat penghargaan atau apresiasi dari Pemerintah Wakatobi maupun Pemerintah Provinsi Sultra.

“Saya pulang dari Jakarta ke Wakatobi bersama tiga orang temanku, dan kami disambut dengan baik masyarakat Wakatobi, tapi tidak ada dari Pemerintah Daerah, di situ hanya ada anggota DPRD Muhammad Ali,” katanya.

Lebih mirisnya lagi, saat pertama kali dirinya pergi berlatih dayung di Jakarta, ia hanyamenggunakan dana pribadinya.

Selama tujuh bulan berada di ibu kota negara Indonesia, untuk menyambung hidupnya, hanya mendapatkan sumbangan dari senior-seniornya.

“Saya selama di Jakarta mengikuti latihan tidak ada uang saku dan akomodasi dari Pemprov Sultra maupun Pemda Wakatobi. Untuk bertahan hidup tidak ada, hanya senior saya yang memberikan uang untuk bertahan hidup,” ungkapnya.

Sebenarnya keberadaan dirinya dan rekan-rekannya pada saat latihan dayung di Jakarta, pemda Wakatobi maupun Pemprov Sultra mengetahuinya, tapi selama berlatih tidak ada bantuan.

“Kita pergi ke Jakarta ada panggilan dari pelatih Kano dari Wakatobi pada 3 Maret 2015, tidak ada bantuan saat itu, nanti masuk bulan ke 8 kita digaji setelah masuk dalam SK atlet pelatnas,” tutupnya.

Untuk diketahui atlet-atlet dayung asal Wakatobi Sultra yang turut meraih medali dalam ajang Asian Games 2018 adalah, Yakin, Irham dan Ardi.

Di Asian Games, Ali mampu merebut emas pada cabang olahraga dayung nomor rowing 8 plus.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Leave a Response