Rumitnya Urusan Visum di Butur, Wabup Terpaksa Turun Tangan

568
Kapolsek Kulisusu Kompol Ahali dan Wakil Bupati Buton Utara Ramadio saat melihat langsung jenazah korban yang akan di visum di RSUD Buton Utara, Kamis 6 September 2018.

Buranga, Inilahsultra.com – Peristiwa gantung diri seorang warga Desa Bone Rombo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (Butur) Wa Sari membuat aparat Polsek Kulisusu kelimpungan mencari dokter untuk melakukan visum.

Kapolsek Kulisusu Kompol Ahali dibuat repot oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Butur karena terkesan tak mau membantu. Terpaksa, Ahali harus menelpon Wakil Bupati Butur Ramadio meminta bantuan.

- Advertisement -

Bahkan Ketua DPD II Partai Golkar Butur itu harus turun hingga ke RSUD Butur memastikan korban telah di visum.

Awalnya, aparat Polsek Kulisusu meminta dokter rumah sakit melakukan visum di kediaman korban. Namun tak ada satupun dokter yang bersedia.

Komunikasi yang dilakukan sejumlah aparat Polsek Kulisusu dengan Direktur RSUD Butur dr Sumardin juga berlangsung buntu.

“Kita ke rumahnya, minta tolong agar dokter ke kediaman korban tapi tidak ada respon. Kepala rumah sakit bilang disana (Bone Rombo) bukan wilayahnya. Karena disana ada Puskesmas Rombo. Di Puskesmas juga tidak ada dokter,” ungkap salah seorang anggota Polsek Kulisusu.

“Bahkan kita mengumpamakan. Ketika ada orang dari Buton Utara melapor ke Polres Muna, tidak mungkin di tolak. Karena Polsek Kulisusu merupakan bagian dari Polres Muna. Sama dengan RSUD Butur dengan Puskesmas Rombo,” kesal salah seorang polisi.

Parahnya, ketika sejumlah polisi meminta bantuan kendaraan jenazah agar bisa mengantar korban ke UGD rumah sakit, juga tidak mendapat respon. Makanya, sejumlah polisi kebingungan. Padahal, visum merupakan salah satu standar operasional ketika ditemukan mayat meninggal tidak wajar. Sekalipun pihak keluarga tidak keberatan dengan kematian korban.

Setelah lama kebingungan, Kapolsek Kulisusu Kompol Ahali menelpon Wakil Bupati Butur, Ramadio. Itupun dilakukan sudah sangat terpaksa karena korban harus divisum secepatnya agar bisa dimakamkan oleh pihak keluarga.

Cukup lama menunggu, sebuah ambulance datang untuk membawa korban ke RSUD. Parahnya, mobil ambulance tiba dan kehabisan bahan bakar. Terpaksa, bahan bakar diisi secara eceran. Itupun biaya bahan bakar jadi tanggungan kepala desa.

Diketahui seorang warga Desa Bone Rombo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (Butur) ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 14.30 Wita, Kamis 6 September 2018.

Warga diketahui bernama Wa Sari (54) ini gantung diri di sebuah pohon jambu mengunakan sarung. Korban diketahui gantung diri oleh seorang anak yang kebetulan melintas.

Editor : Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...