Buta Aksara di Buton Tercatat 3 Persen

150 warga Bajo mengikuti sosialisasi program Bajo Bersinar di Aula Wakaka Buton, Rabu 12 September 2018.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Buton menggagas program Bajo Bersinar. Program ini untuk memberantas buta aksara di Desa Bajo.

Rabu 12 September 2018, 150 warga mengikuti sosialisasi yang digelar di Aula Wakaka Kabupaten Buton.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Nanang Lakaungge mengatakan, ada tiga desa ikut serta dalam sosialisasi tersebut. Tiga desa tersebut yakni, Desa Bajo Balimu di Kecamatan Lasalimu Selatan, Desa Bajo Bahari Makmur di Kecamatan Siontapina dan Desa Bajo Bahari di Kecamatan Wabula.

“Termasuk memberikan pengetahuan keterampilan tambahan khususnya kepada para ibu-ibu,” katanya.

Kegiatan ini, lanjut Nanang, akan berkelanjutan dengan target anak putus sekolah dan ibu yang tidak memiliki ijazah. Sehingga mereka bisa mendapat ijazah kesetaraan.

Dia berharap, pendidikan masyarakat ini bisa menyentuh seluruh elemen masyarakat bukan hanya diperkotaan namun di daerah pesisir khususnya di Desa Bajo yang ada di Kabupaten Buton.

Nanang menambahkan, di Kabupaten Buton khusus di Desa Bajo masih ada sekitar tiga persen masyarakat yang buta aksara. Mereka rata-rata berusia 30 tahun.

“Buta aksara hanya pada warga yang berusia 30 tahun keatas. Makanya khusus di Desa Bajo Bahari Tolando sudah dibangun TK juga SD. Kedepan akan dibangunkan SMP Satu Atap agar program pemberantasan buta aksara berjalan baik,” paparnya.

Bukan hanya itu, Nanang juga berharap, kedepan setiap desa memiliki pojok baca dan setiap kecamatan dibentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sehingga bakat masyarakat bisa dikembangkan melalui PKBM.

Nanang merinci, masih ada dua kecamatan yang belum memiliki PKBM. Yakni di Kecamatan Siontapina dan Wabula.

“Rencana baru akan dibentuk tahun ini di Siontapina. Untuk Wabula baru di data. Harapan saya setiap kecamatan punya PKBM dan dapat memberikan kesempatan pada anak putus sekolah untuk mengembangkan bakatnya, baik seni atau bakat lain yang bisa dikembangkan melalui PKBM ini,” urainya.

Reporter: Waode Yeni Wahdania

Leave a Response