
Buranga, Inilahsultra.com – Kunjungan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kabupaten Buton Utara (Butur) untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) dalam hal ini pencegahan.
Bupati Butur Abu Hasan mengatakan, tim yang hadir merupakan pegawai Deputi Bidang Pencegahan KPK.
“Pencegahan korupsi ini sebuah keniscayaan. Di Butur kami lakukan terus menerus perbaikan sistem. Mulai dari perencanaan anggaran sampai pada pembenahan aturan,” kata Abu Hasan saat menggelar pertemuan dengan sejumlah kepala OPD dan Tim KPK di Aula Kantor Bupati Butur, Kamis 20 September 2018.
Menurut Abu Hasan, pembenahan sistem ini sangat penting untuk dilakukan. Sehingga bisa menutup celah korupsi.
“Ini sangat penting terkait penyusunan anggaran,” ungkap Abu Hasan.
Bukan hanya itu, Abu Hasan juga menilai, membenahi sistem agar pejabat negara taat hukum sangat diperlukan. Sehingga bisa mencegah cela-cela korupsi.
“Dan yang terus kita benahi adalah membenahi sistem pencegahan korupsi ini,” tuturnya.
Sementara tim KPK, Heri Nurdin mengatakan, sebelum melakukan penindakan, terlebih dahulu dilakukan pencegahan.
“Program monev (Monitoring dan Evaluasi) terkait rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi ini sudah dilakukan sejak lama,” ujarnya.
Menurut dia, Monev yang dilakukan berupa identifikasi masalah. Setelah itu dilanjutkan tahap koordinasi dan supervisi.
“Hari ini kami ingin dengarkan progres rencana aksi pemeberantasan korupsi. Ini wajib,” terangnya.
Dia merinci, persoalan yang paling sering dilakukan penindakan oleh KPK yakni, suap dan persoalan perizinan.
“Selain itu pengadaan barang dan jasa. Dan pelayanan satu pintu,” jelasnya.
Editor: Din




