DPRD Konkep Bahas APBD-P 2018 Secara Tertutup, Wartawan Diminta Keluar

Ilustrasi (Foto Tribunnews.com)

Kendari, Inilahsultra.com – Pembahasan perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD-P) 2018 Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara digelar tertutup, Rabu 26 September 2018.

Karena tertutup, wartawan yang sudah berada di dalam ruangan, langsung diminta keluar.

Permintaan wartawan untuk keluar disampaikan oleh salah seorang staf di DPRD Konkep.

-Advertisement-

“Tadi dikasi keluar karena atas permintaan dari pimpinan sidang,” ungkap Jovi, salah satu wartawan media siber lokal di Kendari dihubungi melalui telepon selulernya.

Saat itu, kata Jovi, dua orang wartawan sudah berada dalam ruangan untuk meliput pembahasan APBD-P.

Namun, saat sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Konkep Abdul Rahman akan dimulai, seorang staf menghampiri dua pewarta.

“Katanya diminta keluar dulu,” ujar Jovi.

Jovi mengaku, mereka terpaksa keluar karena mengetahui itu adalah perintah pimpinan DPRD.

“Setelah kami di luar, staf itu hampiri kami lagi, katanya itu perintah pimpinan,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, beber Jovi, hampir seluruh SKPD Kabupaten Konkep hadir. Termasuk Wakil Bupati Andi Muh Luthfi.

Jovi menjelaskan, rapat pembahasan APBD-P 2018 Kabupaten Konkep ini digelar di Wonua Monapa Kabupaten Konawe Selatan sekira pukul 17.00 WITA.

Pembahasan APBD-P Kabupaten Konkep yang digelar di Konawe Selatan ini terkesan janggal.

Sebab, Kabupaten Konkep merupakan salah satu pulau terpisah dengan daratan Kendari. Tentu, untuk ke Konsel mereka harus menyeberang melalui kapal penyeberangan veri.

Dikonfirmasi terpisah, anggota DPRD Konkep Amran mengaku tidak mengetahui adanya instruksi wartawan dikeluarkan dalam rapat pembahasan APBD-P.

“Itu saya tidak tahu. Saya tadi sempat ajak mereka masuk ke dalam,” katanya melalui sambungan telepon.

Ia mengaku, rapat yang digelar tadi sore itu tak membahas secara spesifik soal APBD.

“Baru sebatas diskusi saja,” tuturnya.

Sementara itu, Musdar selaku Ketua DPRD Konkep dihubungi melalui nomor teleponnya selama ini, sudah tidak aktif.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments