Bank Sultra Akui BKD Butur Setor Rp 2,5 Miliar, Setelah Bermasalah Rp 1 Miliar Dikembalikan

724
Taufiq Akbar, SH

Buranga, Inilahsultra.com – Bank Sultra Cabang Ereke mengakui penyertaan modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) ke bank milik pemerintah itu yang sempat disetorkan sebesar Rp 2,5 Miliar. Setelah menjadi masalah maka dikembalikan sebesar Rp 1 miliar.

“Memang dari Keuangan (Badan Keuangan Daerah) itu, tahun 2018 ini turun Rp 2,5 miliar. Tapi karena Rp 1 miliar itu menjadi masalah, sehingga tidak jadi kita bukukan sebagai penyertaan modal,” kata Kepala Bank Sultra Cabang Ereke Taufiq Akbar, SH saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 1 Oktober 2018.

- Advertisement -

Karena pengembalian itu, lanjut Taufiq, penyertaan modal Pemkab Butur pada tahun 2018 ini tercatat hanya Rp 1,5 miliar. Sedangkan sisanya Rp 1 miliar, dikembalikan ke kas daerah termasuk bunga giro yang dihasilkan.

“Karena kita anggap itu giro. Dia tidak kembali Rp 1 miliar. Karena kan selama disimpan disini ada dengan bunganya. Tidak besar sebenarnya, karena dia tidak lama disimpan. Itu sekitar Rp 30 jutaan karena hanya beberapa bulan saja,” papar Taufiq.

Hingga saat ini, penyertaan modal Pemkab Butur ke Bank Sultra telah mencapai Rp 18 Miliar.

Taufiq tidak menampik penyertaan modal yang sempat masuk sebesar Rp 2,5 miliar dari Badan Keuangan Daerah (BKD). Bahkan, beberapa orang yang pernah menanyakan hal itu, sudah diberi penjelasan.

Diduga tanda bukti kas penyertaan modal Rp 2,5 Miliar ke Bank Sultra.

“Mereka menduga dalam anggaran Rp 2,5 miliar itu yang masuk hanya Rp 1,5 miliar dan Rp 1 miliar nda tau kemana. Tapi saya jelaskan, tidak. Lengkap ko. Ada bukti-bukti terimanya itu sebesar Rp 2,5 miliar. Semua ada,” terangnya.

Taufiq menambahkan, tidak pernah mengetahui jika dana investasi untuk Bank Bahteramas sebesar Rp 1 Miliar dialihkan ke Bank Sultra atas perintah Bupati Butur. Pihaknya hanya melihat dana yang turun sebesar Rp 2,5 miliar.

Baca Juga :  Dewan Setujui Pinjaman Pemkab Muna Rp 96 Miliar

“Kamikan hanya melihat dari persoalan bisnisnya. Kami hanya melihat berapa dana yang turun itu yang kami bukukan,” jelasnya.

Dalam proses penyertaan modal Pemkab Butur ke Bank Sultra, lanjut Taufiq, itu bukan disalurkan begitu saja. Pemkab Butur mendapatkan deviden sekitar 30 persen dari modal yang diinvestasikan. Deviden itu masuk dalam pendapatan daerah.

Selain deviden, terang Taufiq, Bank Sultra juga selalu menyediakan CSR (Corporate Social Responsibility) pada setiap daerah.

“Kemarin kami menyalurkan CSR Rp 100 juta. Kalau arahan pak bupati sesuai visi misi, religiusnya. Pembangunan sarana ibadah masjid An Nur,” jelasnya.

Menurut Taufiq, CSR itu merupakan tanggung jawab soaial perusahaan. CSR itu merupakan beberapa persen dari keuntungan yang disalurkan ke daerah untuk sarana soaial.

“Mudah-mudahan tahun depan kalau baik, kita mau untuk sarana kebersihan. Apakah itu sepeda motor roda tiga untuk mengangkut sampah karena itu yang masih kurang disini,” paparnya.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here