
Buranga, Inilahsultra.com-Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki dan keselamatan, pemangku Adat Kulisusu menggelar “Haroano Tau” (Ritual Tahunan) di Baruga Keraton Kulisusu, Desa Wasalabose, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Minggu, 7 Oktober 2018, sore.
Acara Haroano Tau itu diawali dengan lantunan ayat suci Alquran, pembacaan doa, prosesi ritual dan selanjutnya makan bersama. Pada kesempatan itu, masyarakat dan tamu undangan disuguhkan 23 tempat (talang) makanan tradisional yang isinya berbagai jenis makanan dari hasil sumbangan masyarakat setempat.
Ketua Lembaga Adat Sara Bharata Kulisusu La Ode Umar M mengatakan, acara Haroano Tau dilihat dari nilai religius merupakan acara tahunan yang selalu dilaksanakan dalam mensyukuri nikmat Allah SWT dan berdoa kepada Allah SWT agar dalam keadaan selamat, aman, dan dimudahkan rezeki masyarakat.
“Haroano Tau, kalau dilihat sepintas ini kegiatan seolah-olah tidak punya makna apa. Tapi sesungguhnya dilihat dari segi sisi haroa ini mempunyai manfaat besar bagi kita,” katanya.
Lakino Kulisusu ini menjelaskan, manfaat dari Haroano Tau itu dilihat dari sisi nilai sosial kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu yang harus menjadi milik masyarakat sepanjang zaman.
“Ini Haroano Tau punya nilai sosial budaya, nilai gotong royong, nilai persaudaraan, nilai silaturrahim, dan nantinya berujung pada nilai persatuan, kesatuan dan persatuan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Butur Harlin Hari mengungkapkan, kegiatan ini merupakan warisan leluhur masyarakat Butur yang perlu dipromosikan baik didalam maupun diluar daerah.
“Kita bersyukur kagiatan ini terselenggara dengan baik, mudah-mudahan ditahun depan kita coba labih besarkan lagi dari pada hari ini. Kemarin kita sudah telah laksanakan festival Barata Kulisusu, Insya Allah kedepan acara ini kita bentuk festival Haroano Tau Buton Utara dan akan lebih besar lagi, Insya Allah bisa terlaksana,” imbuhya.
Ia berharap, nantinya kegiatan ini bisa masuk di kalender pariwisata Republik Indonesia dan juga berharap kepada awak media baik cetak, online, dan elektronik untuk mempromosikan acara Haroano Tau ini agar dikenal secara meluas.
“Kita akan lebih semarakan lagi kegiatan ini, kegiatan ini unik dan tidak ada di tempat lain atau di daerah lain,” tuturnya.
Reporter : Armawan
Editor : Aso




