
Laworo, Inilahsultra.com – Warga Desa UP Wuna, Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna digegerkan dengan penemuan mayat nenek tua bernama Wa Enu (90), Minggu 7 Oktober 2018.
Penemian mayat tersebut diketahui setelah ada laporan dari Kepala Desa UP Wuna ke Polsek Tongkuno.
Kapolsek Tongkuno Ipda Darul Aqsa SH mengaku, setelah mendapatkan informasi itu, ia bersama dokter Puskesmas Wakumoro dr Ernawati dan Wa Lansa (anak almarhumah Wa Enu) menuju lokasi penemuan mayat.
“Saat itu kondisi jenazah sudah tidak normal yaitu kulit dan daging tubuh sudah mengering serta kepala, dada, kedua lengan terpisah dari perut dan kedua kakinya (tubuh terbagi 2),” kata Kapolsek Tongkuno Ipda Darul Aqsa SH melalui pesan WhatsAppnyam
Keluarga yang datang sudah bisa menyimpulkan bahwa jenazah tersebut adalah Wa Enu yang ditandai dari ciri raut wajah, gelang karet dan cincin yang masih melekat di tangannya.
Ia mengaku, dokter sempat menyarankan agar jenazah tersebut untuk diotopsi agar diketahui penyebab kematiannya.
Namun anak almarhumah menolak dilakukan otopsi karena ia yakin bahwa almarhumah meninggal bukan karena dibunuh.
“Setelah dilakukan pemeriksaan luar, jasad dibawa ke rumahnya, di Desa Kontumere Kecamatan Kabawo untuk dikuburkan,” tuturnya.
Walaupun anaknya yakin bahwa kematian Wa Enu wajar, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga tetap memerintahkan Kasat Reskrim Ipda Arman SH bersama unit Inafis untuk melakukan olah TKP pada Senin 8 Oktober 2018.
“Memang ternyata masih ada rambut dan tulang jari tangan almarhumah yang didapat oleh Tim Inafis di TKP sehingga Kapolsek Tongkuno mengatarkan rambut dan tulang jari tangan tersebut kepada Wa Lansa ke Desa Kontumere,” bebernya
Sejak 21 September 2018, Wa Enu tak pernah dilihat di sekitaran kampung. Warga kemudian melakukan pencarian. Pada 23 September 2018, warga sempat mengecek Wa Enu di kebunnya namun hasilnya nihil.
Karena sepekan tidak ditemukan, pada 27 September 2018, warga melaporkan hal ini ke Polsek Tongkuno.
Polisi pun ikut melakukan pencarian tapi tidak ditemukan petunjuk akan keberadaan Wa Enu.
Setelah sekitar 47 hari hilang, pada Minggu 7 Oktober 2018, jasad Wa Enu ditemukan dalam kondisi membusuk.
Kapolsek Tongkuno mengaku, Wa Enu adalah salah satu penduduk yang bertahan menghuni kampung tua itu.
Sejak tahun 70-an warga kampung Tongkuno lama sudah pada pindah domisili ke kampung baru.
Tapi Wa Enu tetap tinggal sendirian dalam hutan di gubuk beratap seng 5 lembar, tanpa dinding.
Dalam sehari-harinya Wa Enu dikenal biasa mengobati orang sakit bahkan kerap disebut berteman dengan mahluk ghaib.
Penulis : Muh Nur Alim
Editor : La Ode Pandi Sartiman




